Logo Header Antaranews Sumsel

Polres sosialisasikan pencegahan ISIS

Kamis, 23 April 2015 13:48 WIB
Image Print
Ilustrasi Aksi Solidaritas Wartawan Korban ISIS Seorang jurnalis membawa poster penolakan ISIS saat melakukan aksi damai mengecam brutalisme kelompok ISIS di Bundaran HI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
....Tolong laporkan ke pihak berwajib bila ada kelompok mencurigakan....

Musirawas Utara, (ANTARA Sumsel) -Polres Musirawas, Sumatera Selatan, terus mensosilisasikan secara rutin pencegahan masuknya ajaran kelompok radikalisme "Islamic State Iraq and Syiria" atau ISIS di wilayah Kabupaten Musirawas dan Musirawas Utara.

Dalam sosialisasi itu juga dilakukan penekanan terhadap potensi tindak kriminal di wilayah kabupaten pemekaran Musirawas Utara, kata Kapolres Musirawas AKBP Nurhadi Handayani, Kamis.

Saat melakukan kegiatan itu, jajaran Polres Musirawas langsung bertatap muka dengan masyarakat di Kecamatan Rupit, juga mengharapkan masukan dari masyarakat bila ada indikasi masuknya ajaran kelompok ISIS tersebut.

Ia mengharapkan masyarakat jangan mudah terpengaruh bila ada organisasi baru yang masuk secara diam-diam memprovokasi masyarakat di pedesaan.

"Tolong laporkan ke pihak berwajib bila ada kelompok mencurigakan untuk pencegahan penyebaran paham kelompok-kelompok radikal ISIS guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kabupaten Musirawas Utara," tandasnya.

Kabupaten Musirawas Utara dari hari ke hari semakin bagus dan kondusif. Hal itu terlihat secara langsung sejak beberapa bulan terakhir.

"Saya sering turun ke lapangan untuk mengetahui secara langsung dan memantau dengan berkeliling serta menghadiri undangan dan turun bersama wartawan menyelesaikan permasalahan yang meresahkan masyarakat," katanya.

Menurut dia, gerakan ISIS telah menyimpang dari Al-Quran dan hadist sehingga banyak reaksi keras dari pimpinan negara Arab terhadap ISIS tersebut.

Hal itu pernah disampaikan salah seorang Grand Mufti Ketua Dewan Ulama Senior Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah melalui media internasional.

Aksi kekerasan radikal itu berawal dari mainset paham dan gerakan radikalisme, seperti kekejaman penghancuran masjid, pembunuhan, perampokan, pembantaian dan penyerangan.

"Langkah-langkah strategi antisipasi yang diperlukan masyarakat harus membantu dan memasang spanduk penolakkan ISIS," ujarnya.

Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Musirawas Utara Kyai H Husin Said mengatakan, mendukung upaya Polres Musirawas mengantisipasi gerakan ISIS tersebut.

Bila tidak diantisipasi gerakan itu akan melanggar aturan syariat Islam dan bertentangan dengan Al-Quran dan Hadist.

"Kita setuju dan mendukung untuk mengantisipasi masuknya organisasi gerakan ISIS, karena tindakannya membantai manusia sangat kejam dan keji," tandasnya.

Tindakan membunuh dan menyerang bahkan menghancurkan rumah Allah adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan harus dibumihanguskan sampai ke akar-akarnya, katanya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026