Logo Header Antaranews Sumsel

Investor Tiongkok jajaki peluang bisnis Palembang

Sabtu, 14 Maret 2015 04:09 WIB
Image Print
Sebuah "speedboat" melintas di depan pagoda yang berada di Pulau Kemaro yang lokasinya berada di tengah Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (3/11). Pulau Kemaro menjadi salah satu objek wisata andalan kota pempek yang setiap tahun dikunjun
...Mendengar Pulau Kemaro, mereka sangat tertarik, ada keinginan untuk membangun hotel dan lainnya di sana...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Investor asal Kota Zibo, Shandong, Tiongkok menjajaki peluang bisnis di Palembang, membuat nota kesepahaman dengan pemerintah kota setempat, Jumat.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Kota Palembang Ridwan mengatakan, ketertarikan penanam modal ini lantaran mengetahui perkembangan Kota Palembang yang demikian pesat dalam beberapa tahun terakhir pasca menjadi tuan rumah SEA Games 2011.

"Sebagian besar investor ini tertarik dengan pembangunan infrastruktur di Palembang, seperti mal dan hotel, kemudian sektor pariwisata, selain itu ada juga yang tertarik dengan jasa karena jumlah tenaga kerja cukup melimpah," kata Ridwan seusai pertemuan.

Ia mengemukakan, pemerintah kota juga memperkenalkan tempat pariwisata Pulau Kemaro yang berkaitan erat dengan budaya Tiongkok.

Tempat pariwisata ini ke depan akan dikembangkan Sumsel dalam menunjang peran sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

"Mendengar Pulau Kemaro, mereka sangat tertarik, ada keinginan untuk membangun hotel dan lainnya di sana," ujar dia.

Pada 2015, Kota Palembang menargetkan investasi sebesar Rp2,8 triliun setelah berhasil mencapai target pada 2014 yakni Rp2,6 triliun.

Sebelumnya, investor asing asal Eropa juga tertarik untuk membangun hotel berbintang di kawasan bantaran Sungai Musi.

Berdasarkan data terbaru, penanaman modal di Palembang terbilang masih lesu sejak awal tahun 2015, karena dipengaruhi pelemahan ekonomi secara global.

"Pada awal tahun ini belum terlihat geliatnya karena investor yang tertarik masih skala kecil yakni di kisaran modal Rp5 miliar, sementara investor 'raksasa' modalnya di kisaran Rp200 miliar sama sekali belum ada," kata Ridwan.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026