Logo Header Antaranews Sumsel

REI minta kemudahan perizinan rumah MBR

Selasa, 3 Februari 2015 20:05 WIB
Image Print
Pengendara motor melintasi salah satu rumah murah di kawasan Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan. (Antarasumsel.com/Feny Selly)
...Perumahan MBR ini untungnya kecil karena harga batasan yang ditetapkan pemerintah maksimal Rp110,5 juta...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia Sumatera Selatan meminta kemudahan perizinan dalam pengembangan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Ketua DPD REI Sumsel Harriadi Benggawan di Palembang, Selasa, mengatakan permintaan terkait dengan target yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat REI yakni sebanyak 15 ribu rumah MBR dari total 230 ribu secara nasional pada 2015.
"Dari target 15 ribu ini, 30 persennya akan difokuskan di Kota Palembang. Artinya dukungan dari pemerintah kota sangat dibutuhkan karena mendapatkan kuota paling banyak," kata Harriadi seusai bertemu dengan Plt Wali Kota Palembang Harnojoyo.
Dukungan ini sangat dibutuhkan mengingat perumahan MBR ini tidak memberikan margin yang tinggi bagi pengembang.
Jika pengembang mendapatkan kesulitan dalam perizinan maka dipastikan akan mengurungkan niat untuk membangun perumahan MBR yang diperuntukkan untuk buruh, Pegawai Negeri Sipil, dan TNI/Polri.
Sementara ini, ia menambahkan sebanyak 80 persen anggota REI Sumsel yakni sekitar 150 orang menjadi pengembang rumah MBR.
"Perumahan MBR ini untungnya kecil karena harga batasan yang ditetapkan pemerintah maksimal Rp110,5 juta. Karena itulah, keringanan yang diberikan Pemerintah akan sangat membantu pengembang," kata dia.
Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Palembang Ucok Hidayat mengaransi akan membantu REI dalam mencapai target tersebut.
"Asalkan lokasinya jelas, dan surat-suratnya lengkap, silakan ajukan saja. Pasti akan dibantu," kata Ucok.
DPP REI beberapa waktu lalu menyatakan target pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah pada 2014 tidak tercapai setelah hanya membukukan 100 ribu unit dari target 120 ribu unit.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026