
Pemkab OKU tes urine pegawai mendadak

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan melakukan tes urine para pegawai termasuk pejabat eselon II dan III di gedung Kesenian Baturaja, Kamis.
Pantauan Antara, awalnya para pegawai dan pejabat tersebut datang ke gedung kesenian tersebut berpakaian rapi menghadiri rapat bersama Pelaksana tugas Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Kuryana Aziz, tiba-tiba datang petugas polisi untuk melakukan tes urine.
Tes urine para pegawai dan pejabat di lingkungan Pemkab OKU itu dipimpin Kapolres AKBP Mulyadi, ternyata undangan rapat tersebut hanya jebakan, karena agenda sesungguhnya adalan tes urine.
Masih pantauan Antara, ternyata pelaksanaan tes urine mendadak tersebut tentu saja membuat kaget seluruh pejabat di OKU. Beragam ekspresipun mereka perlihatkan ada yang santai tanpa beban, tetapi ada juga mukanya langsung pucat pasi dan gelisah.
Sementara, data yang dihimpun dari Badan Narkotika Kabupaten OKU tercatat ada 260 orang pejabat setingkat lurah, sekretaris camat, camat, kapala bagian, kepala bidang, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Asisten hingga Sekda yang dipaksa buang air kecil ke kamar mandi agar urinenya bisa diperiksa.
Bahkan, sebagai orang nomor satu di Pemkab OKU, Kuryana pun ikut ambil bagian dalam tes urine tersebut.
Berdasarkan data, tercatat 27 orang pejabat urinenya dinyatakan positif mengandung narkoba.
"Dari 260 orang pegawai yang dicek, ada 27 orang yang positif dan hasil urinenya akan diverifikasi oleh Dinas Kesehatan OKU serta Satnarkoba apakah positif disebabkan oleh obat yang dikonsumsi atau karena termasuk narkotik," kata Kapolres OKU, AKBP Mulyadi.
Kapolres menambahkan, tes urine terhadap pejabat ini sengaja dilakukan untuk menyongsong Indonesia bersih narkoba. Termasuk hingga provinsi dan kabupaten.
"Komitmen bebas narkoba ini sudah kita lakukan mulai dari kepolisian. Beberapa hari lalu Polres OKU juga melakukan hal sama yang hasilnya 17 anggota positif narkoba. Setelah ini kita akan resmikan komitmen bebas narkoba," tegasnya.
Kapolres menambahkan, bagi yang positif nantinya diambil tindakan awal dari Polres OKU, yakni pendataan dan akan dilakukan monitor terhadap yang bersangkutan.
"Kita akan terus melakukan pemantauan mendadak seperti ini. Jika lebih dari satu atau dua kali urine yang bersangkutan positif, maka akan dilakukan penindakan hukum," kata Kapolres.
Sementara Pelaksana tugas Bupati OKU, Kuryana Aziz menegaskan, test urine di lingkungan pejabat pemkab setempat ini bukan dadakan. Ini memang dirahasiakan untuk menghindari terjadi kebocoran informasi.
Test urine ini kata dia, sengaja dilaksanakan untuk menciptakan OKU bersih dari narkoba.
"Jika ada yang positif, maka sanksinya teguran dan pembinaan. Namun itu hanya untuk sekali saja, tetapi kalau berulang-ulang akan diambil tindakan tegas. Sedangkan kalau nanti yang bersangkutan ditangkap di luar jam dinas, maka hal itu kita serahkan kepada proses hukum untuk menciptakan OKU bebas narkoba," kata Kuryana.
Ia menambahkan, saat ini baru dilakukan tes urine di lingkungan pejabat eselon III saja.
Selanjutnya semua PNS dan institusi akan dilakukan tes urine. "Ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan OKU bebas narkoba," katanya.
Pewarta: Oleh Edo Permana
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
