Logo Header Antaranews Sumsel

Mayat Mr X ternyata bernama Regi Agustian

Selasa, 7 Oktober 2014 20:52 WIB
Image Print
Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIk MH (Foto Antarasumsel.com/14/E Permana)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Identitas Mr X yang tubuhnya ditemukan kondisi sudah membusuk diketahui bernama Regi Agustian, setelah Polres Ogan Komering Ulu didatangi Sidi warga Desa Lubuk Batang Baru Kecamatan Lubuk Batang mengaku sebagai orang tua korban.

Korban bernama Regi Agustian (19) yang berstatus sebagai pelajar kelas 11 di SMA PGRI 3 Baturaja. Menurut keterangan Ayah korban, sebelum ditemukan sudah membusuk korban memang tidak pulang dari tanggal 23 September hingga ditemukan, Senin (6/10) sudah menjadi tulang belulang, kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Mulyadi di Baturaja, Selasa.

Menurut Kapolres, berdasarkan pengakuan orang tua korban bahwa Regi sudah tiga minggu ini tidak pulang ke rumah.

"Saya memang sempat bingung namun karena ada tetangga saya yang sering melihatnya di jalan maka saya tidak curiga dia tidak pulang-pulang ke rumah" tutur Sidi (54) saat ditemui di Polres OKU di Baturaja.

Dijelaskannya, anaknya sehari-hari membawa motor jenis Yamaha Vixion dengan nomor polisi BG 5375 FX yang digunakan untuk keperluannya pulang pergi sekolah, karena korban tidak diperbolehkan untuk kost di Baturaja.

"Jadi untuk alat transportasi anak saya tersebut saya belikan motor Yamaha Vixion yang digunakan korban untuk pulang pergi dari Lubuk Batang ke sekolahnya di Baturaja" jelas M Sidi kepada petugas yang memeriksanya.

Disamping itu, menurut keterangan Jeris (23) guru olahraga yang saat itu kebetulan sedang piket mengungkapkan, terakhir kali memang korban meminta izin keluar sekitar pukul 08.30 Wib dengan alasan perutnya sakit dan ingin makan.

"Saat itu dia datang meminta izin kepada saya mau makan karena sakit perut," kata Jeris.

Kemudian kata jeris, karena takut bakal terjadi apa-apa akhirnya memberikan izin kepada korban dengan jaminan telefon genggam (hp) milik korban agar kembali lagi ke sekolah.

"Sampai pulang jam sekolah dan hari ini pun korban tidak pernah kembali mengambil hape miliknya," katanya.

Kapolres OKU AKBP Mulyadi di dampingi Kasat Reskrim AKP Zulfikar dan Kanit Pidum Iptu Yuliko membenarkan korban tersebut bernama Regi yang dibuktikan dengan cocoknya keterangan 7 orang saksi dari teman sekolahnya, guru serta orang tuanya dengan pakaian dikenakan oleh korban.

"Kita sudah memeriksa enam saksi teman sekolah dan satu guru olahraga serta orang tua korban. Kuat dugaan mayat tersebut korban perampokan, karena menurut keterangan orang tua korban, Regi membawa motor dan saat ditemukan motor korban tidak ada di tempat kejadian perkara," kata Iptu Yuliko menambahkan.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026