
BLH: kualitas udara Palembang berbahaya

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang menyatakan sampai kini kualitas udara di wilayah kota tersebut masih dalam keadaan berbahaya, karena itu warga diminta untuk tetap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Sampai kini kualitas udara sangat rendah yaitu mencapai 120 indeks standar pencemaran udara, padahal dalam kondisi normal dibawah 100, kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang Tabrani, Selasa.
Menurut dia, setiap hari petugas mengecek kualitas udara di wilayah Kota Palembang.
Partikel debu yang tebal akibat asap kebakaran hutan menjadi penyebab utama udara dalam kondisi berbahaya, tambahnya.
Ia mengatakan, sejauh ini upaya mengantisipasi dampak asap tersebut pada kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Selain itu, warga yang terpaksa ke luar rumah harus menggenakan masker, katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebersihan Kota Palembang Agung Noegroho menjelaskan petugas tidak hanya membersihkan kawasan-kawasan strategis di daerqah itu.
Lahan dan pemukiman yang berpotensi terkena percikan api sehingga menyebabkan kebakaran juga dibersihkan, ujarnya.
Dia menambahkan, antisipasi kebakaran lahan dengan membersihkan ranting dan daun-daun kering dilakukan secara rutin.
Dengan target mampu meminimalisir percikan api yang menjadi pemacu kebakaran lahan, tambahnya.
Pewarta: Oleh Nila Ertina
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
