
Stok beras Sumsel cukup untuk 8,7 bulan

Palembang (ANTARA Sumsel) - Ketahanan stok beras di Perum Bulog Divre Sumatera Selatan sampai sekarang cukup untuk memenuhi kebutuhan 8,7 bulan atau hampir sekitar sembilan bulan ke depan.
"Ketahanan stok beras 8,7 bulan ke depan, artinya sampai dengan Maret-April 2015, jadi kita yakinkan aman," kata Kepala Perum Bulog Divre Sumatera Selatan Bambang Napitapulu di Palembang, Kamis.
Menurut dia, setiap hari pihaknya masih terus melakukan penyerapan beras, sekarang ini sudah masuk lagi panen gadu.
"Kita melakukan penyerapan setiap hari antara 400-500 ton beras," katanya.
Sementara mengenai harga beras, ia mengatakan, kalau dilihat dari laporan BPS harga beras belum ada kenaikan, artinya masih stabil.
Ia menuturkan, kalau ada yang berdampak kepada melemahnya daya beli masyarakat maka pihaknya bersama Disperindag kota akan melakukan operasi pasar.
"Kita juga sudah perintahkan teman-teman yang ada di kabupaten seperti Lahat, Lubuklinggau dan Ogan Komering Ulu (OKU) untuk mengantisipasi kalau ada terjadi kenaikan harga maka kita lakukan operasi pasar," ujarnya.
Biasanya kalau masih dibawah lima persen belum mempunyai dampak, tetapi kalau kenaikan diatas 10-25 persen berdampak melemahnya daya beli masyarakat maka segera operasi pasar dengan kuantum tidak terbatas sampai harga beras stabil kembali, jelasnya.
Sekarang harga beras jenis iliran sekitar Rp9.500 per kilogram sampai Rp10.000 per kilogram, sedangkan medium yang peredarannya 50 persen lebih dikonsumsi masyarakat menengah kebawah Rp7.000 sampai Rp7.500 per kilogram, paparnya.
Ia juga menambahkan, kalau Sumatera Selatan setiap tahun surplus beras, bahkan prediksi dari dinas pertanian menyumbang beras nasional antara 1,3 juta sampai 1,5 juta ton.
Daerah yang menjadi produksi beras di Sumsel itu Kabupaten OKU Timur, Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, katanya.
Pewarta: Oleh Susilawati
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
