Logo Header Antaranews Sumsel

Warga Tionghoa Lubuklinggau rayakan imlek

Jumat, 31 Januari 2014 17:28 WIB
Image Print
Puncak perayaan Imlek (Foto Antarasumsel.com/14/Feny Selly/Aw)

Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Warga Tionghoa di Kota Lubuklinggau dan Musirawas, Sumatera Selatan merayakan tahun baru Imlek 2014, sejak Kamis malam (30/1) mendatangi sejumlah rumah ibadat di daerah itu.

Beberapa rumah ibadat seperti Buddha-Yana penuh sesak dipadati umat Buddha, sejak tengah malam keluarga besar menunggu pergantian malam tahun baru 2014, kata Marwan Cahnadra, salah seorang tokoh Tionghoa Musirawas, Jumat.

Ia mengatakan, peringatan tahun bari itu sangat penting dilakukan keluarga keturunan Tionghoa, tujuannya untuk introspeksi diri agar perayaan dikembalikan pada arti yang sesungguhnya yakni historisitas perayaan Imlek.

Terlebih dalam perayaan acara kekeluargaan untuk meminimalisir diskriminasi terhadap warga Tionghoa, sangat bergantung kepada pemerintah dalam mengelola konsep nasionalisme.

Konsep nasionalisme tersebut masih menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menyatukan berbagai ragam etnis, suku dan lainnya demi cita-cita kemajuan Indonesia.

Warga Tionghoa, kata dia, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena pada akhir penjajahan kolonial Belanda turut berjuang merebut kemerdekaan.

"Kami sebetulnya bukan orang asing di negeri ini, melainkan saudara sebangsa yang sama seperti suku lainnya ada di tanah air," ujarnya.

Salah seorang tokoh Tionghoa lainnya Yulian Toni mengatakan, budaya memberi angpao berwarna merah untuk memeriahkan suasana tahun baru imlek.

Biasanya kertas merah ini digantung di pohon angpao (yin liu) selama lima belas hari dalam suasana berbahagia sampai ke-15 Imlek (cap go me), pada hari itu juga dirayakan memaknai spiritualitas dan ritualitas hari esok yang lebih baik.

Ia mengatakan, kalimat "gong xi fa cai", terdengar pada Imlek tahun 2014 ini jatuh pada Jumat 31 Januari 2014 yang menyatakan selamat tahun baru.

Tahun baru yang diawali dengan musim semi merupakan tahun penuh harapan karena selama ini berada dalam kedinginan dan musim salju, kini tiba musim semi akan menapak harapan baru.

Pada malam tahun baru itu, seperti juga pada berbagai peringatan tahun baru yang lain, seluruh keluarga akan berkumpul sampai tengah malam menunggu pukul 24.00 WIB untuk merayakan malam pergantian tahun.

"Kami juga menerima dengan senang hati kerabat non Buddha untuk merkunjung ke rumah-rumah yang ada di Kota Lubuklinggau dan Musirawas tersebut," ujarnya.

Ia meralat ucapan tahun baru China yang selama ini didengung-dengungkan dengan marakanya "Gong Xi Fa Cai", padahal arti Gong Xi Fa cai adalah Selamat Kaya Raya.

Sedangkan ucapan selamat tahun baru imlek lebih tepat

"Sing Cung Kyi Hi" yang artinya selamat merayakan musim semi baru, ujarnya



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026