
Kapolres OKU kejar enam perampok

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Kapolres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan AKBP Mulyadi SIk MH turun tangan melakukan pengejaran terhadap enam tersangka perampok di wilayah itu, bahkan menyiapkan 1.000 butir peluru saat menggerebek rumah salah seorang tersangka.
Informasi yang dihimpun di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sabtu jajaran Reskrim Polres OKU dipimpin Kapolres dalam waktu dua jam berhasil mengantongi identitas enam pelaku perampokan di rumah Sarmidi (60), warga Unit XV Desa Marga Mulya Blok F No 30, Kecamatan Sinar Peninjauan.
Rumah petani karet itu disatroni keenam pelaku yang empat orang di antaranya menggunakan senjata api rakitan dan dua lagi memakai senjata tajam jenis golok, Jumat (27/12) sekitar pukul 02.15 WIB.
Para pelaku yang beraksi menggunakan penutup wajah itu masuk ke rumah korban dengan cara mendobrak pintu depan dan langsung menodongkan senjata api rakitan dan senjata tajam ke korban.
Saat korban tak berdaya, dengan leluasa para pelaku langsung menggasak kalung emas seberat tiga suku (satu suku=6,7 gram-red), cincin 0,5 suku, gelang satu suku, emas 20 karat 10 gram, empat unit ponsel nokia, satu unit ponsel Mito dan uang tunai Rp100 ribu.
"Dari oleh tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan korban, akhirnya kita berhasil mengantongi identitas keenam pelaku," ungkap Kapolres.
Kemudian dari hasil pelacakan ponsel korban melalui GPRS, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku yang sedang bersembunyi di kediamannya di Unit XVI Kecamatan Sinar Peninjauan.
Sementara, tak ingin membuang waktu Kapolres OKU di dampingi Kasat Reskrim AKP Zulkarnain SIK dan Kanit Pidum Iptu Yuliko langsung mendatangi rumah salah seorang pelaku.
"Keadaan rumah gelap gulita karena seluruh lampu dimatikan. Saat kita gerebek, keluarga pelaku menolak membuka pintu," kata Kapolres.
Namun setelah diteriaki bahwa rombongan polisi sudah mengepung rumahnya, akhirnya pintu depan pun dibuka Sri, istri salah seorang tersangka, namun pelaku sudah kabur lewat pintu belakang.
"Kampung itu sudah kita kepung dan setiap rumah penduduk digeledah, namun hasilnya tetap nihil. Saya menduga pelaku disembunyikan warga. Pasalnya, tidak mungkin pelaku bisa lolos dari kepungan polisi tanpa dibantu warga sekitar," ungkap Kapolres.
Ia menambahkan, para pelaku merupakan pemain lama, namun sulit ditangkap karena gesit.
"Anggota sudah saya perintahkan untuk terus memburu para pelaku sampai dapat," katanya. (E Permana)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
