
Pol PP OKU rutin pantau atribut kampanye

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan rutin melakukan pemantauan dan pengawasan keberadaan atribut atau alat peraga kampanye masing-masing calon partai politik dipasang di penjuru kota tersebut.
"Kami sudah proaktif berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menertibkan, serta mengawasi agar seluruh atribut kampanye dan papan iklan itu tidak mengganggu kenyamanan, serta membahayakan keselamatan warga," kata Kasat Polisi Pamong Praja Ogan Komering Ulu (Pol PP OKU) Agus Salim, di Baturaja, Sabtu.
Menurut dia, menjelang pemilihan umum (pemilu) 2014, Kota Baturaja ibukota Kabupaten OKU mulai dipenuhi ratusan spanduk, baleho dan umbul-umbul milik calon legislatif partai politik mulai ukuran kecil hingga yang raksasa.
Kondisi itu tentu saja harus dicermati dengan baik oleh instansi terkait, khususnya Satpol PP OKU, sehingga keberadaan atribut kampanye dan iklan produk swasta tersebut tidak mengganggu kenyaman dan keselamatan warga setempat.
Apalagi saat ini sedang memasuki musim penghujan, sehingga dikuatirkan atribut kampanye dan papan iklan berbagai produk swasta itu akan roboh atau membahayakan warga.
Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Panwaslu, KPU setempat dan Polres OKU guna menetapkan zona kampanye, sehingga tata ruang Kota Baturaja tidak terganggu dengan adanya atribut kampanye tersebut.
Begitu juga untuk papan dan baleho iklan produk swasta, serta dunia pendidikan juga telah diatur dalam peraturan daerah (perda) dimana boleh dipasang dan yang dilarang.
"Jika melanggar dari ketentuan yang ada, maka kami bersama Polres OKU tidak segan-segan menertibkannya," tegas Agus.
Sementara untuk keamanan, kata Kasat, pihaknya juga setiap hari telah menugaskan anggota untuk patroli rutin, sehingga kalau ditemukan ada atribut kampanye dan papan iklan yang akan roboh, maka Satpol PP bisa cepat memperbaikinya.
Ia menambahkan, semuanya sudah kita perhitungkan dengan baik. Buktinya, sampai sekarang tidak ada warga yang tertimpa baleho dan alat peraga kampanye lainnya.(E Permana)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
