Logo Header Antaranews Sumsel

Karateka muda Sumsel mulai diperhitungkan

Rabu, 13 November 2013 11:00 WIB
Image Print
Atlet karate (Foto antarasumsel.com/Nila)
"Asalkan dibina secara berkesinambungan seperti diberikan kesempatan menambah jam terbang, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan mampu mengimbangi kekuatan Sulsel dan Jabar," kata Pelatih PPLP Karate Sumsel Alfatah Lukman.

Palembang (ANTARA Sumsel) - Karateka muda Provinsi Sumatera Selatan mulai diperhitungkan menyusul keberhasilan meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional antar-Pusat Pendidikan Latihan Pelajar di Gorontalo, 6-10 November 2013.

"Sumsel kini mulai diperhitungkan, berbeda dengan beberapa tahun lalu. Tentunya hal ini patut disyukuri dan menjadi cambuk untuk meningkatkan prestasi," kata Pelatih Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Sumatera Selatan cabang olahraga karate Alfatah Lukman di Palembang, Rabu.

Ia mengemukakan, pada Kejurnas antar-PPLP itu, Sumsel menuai hasil memuaskan mengingat hanya diperkuat oleh empat orang atlet.

Medali emas ditorehkan Regitta Rinjani pada kelas kata perorangan putri kelompok SMP, dan dua medali perunggu atas nama Maya Pratama pada kelas kata perorangan putri kelompok SMA dan Indah Lestari pada kelas kumite -53 kg putri pada kelompok SMP.

Sementara, seorang atlet yakni Wildan Setiawan harus terhenti pada babak perebutan perunggu kelas kumite -68 kg putra kelompok SMA.

"Dari empat atlet yang dikirim mampu meraih satu emas dan dua perunggu, sementara seorang atlet yang gagal menyumbangkan medali tidak bisa dikatakan menuai hasil buruk karena terhenti pada babak empat besar," mantan atlet Sumsel ini.

Ia menerangkan berdasarkan hasil itu, Sumsel masuk dalam kekuatan baru karate di Indonesia bersama Aceh, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara. Sementara provinsi yang hingga kini bercokol pada peringkat atas yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Barat.

"Asalkan dibina secara berkesinambungan seperti diberikan kesempatan menambah jam terbang, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan mampu mengimbangi kekuatan Sulsel dan Jabar," ujarnya.

Karate menjadi salah satu cabang olahraga yang dipilih Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga menjalankan program PPLP selain anggar, loncat indah, bulu tangkis, pencak silat, atletik.

Cabang olahraga ini dinilai berpotensi mengingat sejumlah aliran perguruan berkembang pesat di daerah ini.

Sementara, Sekretaris Umum Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (FORKI) Sumatera Selatan Husni Yoseof mengatakan organisasinya saat ini fokus membina atlet-atlet muda untuk regenerasi para senior yang memasuki usia pensiun.

"Bibit-bibit atlet saat ini mulai dijaring dari berbagai kompetisi usia muda seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional dan Pekan Olahraga Pelajar," kata Husni.

Ia menambahkan, FORKI Sumsel fokus dalam meningkatkan prestasi atlet untuk mengembalikan kejayaan prestasi pada kancah nasional.

Pada PON tahun 2008 lalu, Sumsel mampu meraih satu medali perak atas nama Meilina dan satu medali perunggu melalui Ira Maya Sofa. Namun pada PON di Riau 2012 mengalami kemerosotan menjadi hanya satu perunggu.

"Penurunan prestasi ini tentunya menjadi keprihatinan pencinta olahraga karate di Sumsel sehingga dalam tiga tahun kedepan akan benar-benar fokus menyiapkan atlet turun pada PON XIX di Jawa Barat tahun 2016," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026