Logo Header Antaranews Sumsel

LSM: Pencemaran limbah PT Tasliman supaya diusut

Senin, 11 November 2013 22:01 WIB
Image Print
Pertemuan masalah pencemaran limbah PT Tasliman (Foto Antarasumsel.com/13/E Permana)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - LSM Mandiri mengingatkan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan supaya proaktif mengusut pencemaran limbah dari aktivitas PT Talisman yang mencemari Sungai Kuang di sekitar perusahaan akibat kebocoran pipa minyak beberapa waktu lalu.

"Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU) jangan tutup mata menyikapi persoalan pencemaran, karena memang selama ini aktivitas PT Talisman sudah mengganggu kenyamanan warga," kata Ketua LSM Mandiri, Radius Sutanto dan Ketua Konsorsium LSM OKU, Herman Sawiran, di Baturaja, Senin.

Terakhir, kata Radius perusahaan yang sudah lama mamanfaatkan hasil tambang membuat masalah dengan terjadinya kebocoran pipa hingga limbah minyak mencemari Sungai Kuang di Dusun Metur, Kecamatan Peninjauan, OKU.

Pencemaran sungai oleh limbah minyak tersebut memang sudah diketahui para pejabat di Pemkab OKU, namun terkesan hanya menerima laporan yang bagus-bagus saja dari pejabat berwenang mengurusi masalah lingkungan, katanya.

Hal tersebut terungkap dari pertemuan yang digelar di ruang Asisten I Setda OKU, Senin (11/11) dipimpin Ass I Akhmad Djunaidi dan dihadiri pihak PT Talisman masing-masing Admin Supervisor Nataneal Purba dan Bagian Keuangan Supriyanto.

Sedangkan pemerintah selain diwakili Ass I juga turut mendampingi Kabag ADM Sumber Daya Alam Ahmad Firdaus dan Kasi Lingkungan BLH Parlin serta Kabag Humas dan Protokol DJanuar Effendi.

Pertemuan tersebut hanya mendengar laporan sepihak dari dua orang perwakilan PT Talisman.

Sementara, tidak ada upaya Ass I untuk melakukan meninjauan langsung ke lapangan, sedangkan pejabat bawahan yang menangani kasus tersebut hanya memberi laporan datar saja.

Ia menduga, pencemaran lingkungan oleh PT Talisman terakhir bakal tidak ada penyelesaian, karena belum ada upaya dari pihak pemkab setempat.

Usai pertemuan, ungkap Herman, dua perwakilan perusahaan Nataneal Purba dan Supriyanto di dampingi Kasi Lingkungan BLH Parlin, langsung mencegat para wartawan yang hendak pulang liputan pertemuan tersebut.

Ketiga orang tersebut lalu berupaya menyuap para wartawan hendak memberikan uang di pinggir jalan.

Kontan saja para wartawan merasa tersinggung karena akan disogok agar masalah pencemaran tersebut tidak diberitakan.

Sementara dari pertemuan tersebut, pihak PT Talisman melalui Natanael Purba di dampingi Supriyanto membenarkan bahwa telah terjadi kebocoran pipa yang menyebabkan adanya endapan minyak di Sungai Kuang.

"Begitu kita ketahui adanya pipa air asin yang bocor, kita langsung terjun ke lokasi guna memperbaiki kebocoran, sedangkan sejumlah tim lainnya langsung menanggulangi adanya aliran minyak ke Sungai Kuang dengan cara memblok aliran minyak agar tidak menyebar ke seluruh aliran air sungai," kata Purba.

Mengenai upaya pembersihan sungai dari sisa minyak, Purba mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pembersihan di lokasi kebocoran dan di dalam aliran sungai.

"Pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mencegah terjadinya kebocoran dan pencemaran, dengan cara melakukan pengecekan terhadap sejumlah pipa agar tidak terjadi lagi hal serupa seperti beberapa hari ini," kata Purba.

Kepala Bidang Dampak Lingkungan Badan Lingkungan Hidup OKU, Parlin berdalih akibat kebocoran pipa mencemari Sungai Kuang tidak membahayakan masyarakat dan tidak merusak ekosistem yang ada di dalam sungai.

"Sejauh ini tidak membahayakan, sebab dari hasil pemeriksaan kami, tidak ditemukannya ikan yang mati, jadi kebocoran tersebut belum tergolong dalam tahap membahayakan," katanya. (E Permana)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026