
Pemkab OKU operasi katarak gratis

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 64 orang warga yang tergolong manusia usia lanjut (manula) di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Jumat (18/10) menjalani operasi katarak di rumah sakit umum daerah Baturaja secara gratis.
Pelayanan kesehatan secara gratis tersebut merupakan bagian kepedulian dari Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU), Bank Mandiri Syariah Cabang Baturaja dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (PDMI) Cabang OKU untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu yang menderita penyakit.
Kadinkes OKU, Syaiful Kamal, mengatakan kegiatan tersebut memang belum menjawab situasi dan realitas di lapangan, karena belum bisa menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkannya.
Tetapi kegiatan sosial tersebut sebagai wujud dari rasa kepedulian pemerintah dan pihak terkait lainnya guna mendekatkan pelayanan kesehatan gratis kepada warga kurang mampu di daerah itu.
"Kami yakin kegiatan ini belum seberapa dibanding besarnya harapan masyarakat OKU untuk segera berubah. Namun, kami terus mengajak seluruh komponen guna melakukan sesuatu yang terbaik dalam membantu sesama," ujarnya.
Selain itu, kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal perhatian Pemkab kepada masyarakat kurang mampu yang menderita kebutaan akibat katarak.
Menurut dia, kesehatan merupakan cerminan kesejahteran masyarakat, terlebih lagi mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital.
Berdasarkan data, secara umum kebutaan di Indonesia 1,5 persen dari jumlah penduduk diakibatkan oleh katarak.
Kondisi demikian, kata dia, disebabkan sulitnya akses mendapatkan pelayanan dan kekurang kemampuan masyarakat untuk melakukan operasi katarak yang biayanya relatif mahal.
Menurut dia, khusus di OKU, memang belum ada data secara rinci penderita katarak, namun pihaknya berupaya keras dengan mengerahkan petugas kesehatan dari tingkat kecamatan dan desa melakukan pendataan.
"Kegiatan ini merupakan entri point untuk mengumpulkan data penderita katarak. Kita memiliki 16 puskemsmas dari 12 kecamatan. Mereka (petugas puskesmas) itulah yang kita perintahkan untuk mendata penderita katarak di wilayah masing-masing," ucapnya.
Dia menambahkan, kegiatan sosial tersebut dilakukan, 18-20 Oktober dengan target dapat melakukan operasi katarak sebanyak 100 orang. Adapun sumber dana didapat dari CSR Bank Mandiri Syariah Cabang Baturaja, serta memberdayakan anggaran Jamsoskes dan Jamkesmas yang ada.
"Kita tentunya tidak berhenti di sini saja, artinya bukan hanya dilakukan secara massal karena momentum tertentu saja. Melainkan, kita akan lakukan secara bergulir," katanya.
Sebelum menjalani operasi, lanjut dia, para pasien terlebih dulu tes kesehatan seperti jantung dan diabetes. Kemudian setelah terdeteksi, mereka menjalani tes katarak, karena tidak semua pasien yang mengalami gangguan pada mata menderita katarak.
Sementara itu, Bupati OKU, Yulius Nawawi mengatakan, masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat mencakup aspek yang luas dan akhir-akhir ini ada kecenderungan terus meningkat.
Hal itu, dapat dilihat dari peningkatan angka statistik kasus-kasus penyakit termasuk mata.
Di sisi lain, adanya kebiasaan sebagian masyarakat yang kurang memperhatikan, serta belum sepenuhnya menyadari pentingnya memelihara kesehatan, katanya.
"Gejala ini tentunya harus kita antisipasi dengan cara memberikan pemahaman dan pencerahan kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan mata sebagai salah satu organ penting bagi kehidupan kita. Jangan dikira telepon genggam (HP) tidak membahayakan mata, justru radiasinya lebih tinggi dari cahaya pada televisi. Ini juga harus dipahami," ungkapnya.
Dia berharap, melalui kegiatan operasi mata (katarak) gratis itu, selain untuk memberikan dukungan moril dan layanan langsung secara gratis kepada penderita katarak. Tentunya, menjadi misi sosial yang lebih luas yaitu menyadarkan bagi semua kesehatan merupakan kebutuhan sangat mendasar saat ini dan di masa mendatang.
Ia berharap, kegiatan operasi mata katarak gratis ini menjadi media penyuluhan langsung dan tidak langsung kepada berbagai elemen masyarakat, guna memahami penyebab katarak dan cara mencegahnya. (E Permana)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
