
"Broodstock" tingkatkan budidaya kerang

...KKP telah mengambil kebijakan untuk memberi dukungan penuh terhadap komoditas mutiara, termasuk pembangunan Broodsstock Center Kerang di Karang Asem, Bali...
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan, "broodstock" (tempat pembenihan) yang dibangun di Karangasem, Bali, akan meningkatkan budidaya kerang menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia.
"KKP telah mengambil kebijakan untuk memberi dukungan penuh terhadap komoditas mutiara, termasuk pembangunan Broodsstock Center Kerang di Karang Asem, Bali," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, Selasa.
Menurut Sharif, pembangunan pusat pembenihan kerang tersebut bisa meningkatkan nilai ekspor mutiara apalagi Indonesia memiliki sejumlah faktor pendukung seperti areal budidaya, tenaga kerja, dan peralatan pendukung teknologi.
Selain itu, KKP juga telah membentuk subkomisi mutiara Indonesia pada Komisi Hasil Perikanan di bawah Koordinasi Direktorat Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan, serta mendorong terbitnya Standar Nasional Indonesia (SNI) mutiara.
"Terbitnya SNI mutiara akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun Standar Operating Procedure Grading mutiara dan akan ditindak lanjuti dengan membuat Label Mutiara Kualitas Indonesia ('Indonesia Quality Pearl Label'/IQPL)," ucap Sharif Cicip Sutardjo.
Ia menjelaskan dengan pembangunan "broodstock" dinilai juga bisa membuat pelaku usaha baik kecil maupun menengah untuk mendapatkan teknologi mutakhir yang sangat bermanfaat guna untuk meningkatkan kualitas dan mutu mutiara yang mereka hasilkan.
Menteri Kelautan dan Perikanan juga mengemukakan, pihaknya telah membangun pusat promosi dan pemasaran yang siebut sebagai Rumah Mutiara Indonesia yang terletak di Bandara Internasional Lombol Tengah, Nusat Tenggara Barat.
Pusat penjualan mutiara yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp5 miliar itu juga diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para pengusaha untuk mendapatkan komoditas mutiara yang memadai.
Berdasarkan data KKP, Indonesia menempati urutan kesembilan dunia dengan nilai ekspor 29,5 juta dolar AS atau 2,07 persen dari total ekspor seluruh jenis mutiara di dunia yang mencapai 1,4 miliar dolar AS.
Sedangkan sejumlah negara yang menjadi lokasi sasaran ekspor mutiara dari Indonesia antara lain adalah Jepang, Hongkong, Australia, Korea Selatan, Thailand, Swiss, India, dan Selandia Baru.
Pewarta: Oleh: Muhammad Razi Rahman
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
