
KAI Sumsel angkut 98.078 penumpang lebaran

Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan berhasil mengangkut secara kumulatif sebanyak 98.078 orang penumpang sejak pra hingga purna lebaran 2013.
"Sejak diberlakukan angkutan lebaran 1-18 Agustus 2013, perusahaan jasa kereta api penumpang itu berhasil mengangkut sebanyak 98.078 orang yang melakukan perjalanan mudik dan balik Idul Fitri 1434 Hijriyah," kata Manager Humas PT.KAI (Persero) Divre III Sumsel, Bambang S Prayitno di Palembang, Selasa.
Dijelaskannya, data jumlah penumpang secara kumulatif itu masing-masing diperoleh melalui Posko Wilayah Sub divisi regional (divre) 3.1 Kertapati dengan volume penumpang 56.326 orang, dan Sub Divre 3.2 Tanjung Karang dengan jumlah volume 41.752 penumpang terangkut.
Menurut dia, total volume penumpang masa angkutan lebaran 2013 menunjukan peningkatan dibandingkan dengan perkiraan volume angkutan yang dicapai adalah 73.239 penumpang dengan rata-rata perhari 3.310 orang.
Sementara, kata dia, realisasi volume pengangkutan tahun 2012 sebanyak 69.751 penumpang.
Jumlah penumpang yang diangkut itu menggunakan 14 unit kereta api (KA) reguler, terdiri KA kelas Komersial (Eksekutif, Bisnis) KA Sriwijaya relasi Kertapati (Sumsel)-Tanjung Karang (Lampung) pulang pergi, KA Sindang Marga relasi Kertapati-Lubuklinggau pulang pergi.
Sedangkan KA kelas Ekonomi yaitu KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjung Karang pulang pergi, KA Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau pulang pergi dan sisanya adalah kereta api penumpang jarak dekat, katanya.
Sementara, konsistensi kapasitas angkut tetap memberlakukan 100 persen atau sesuai dengan jumlah tempat duduk yang tersedia, bahkan untuk masa angkutan lebaran 2013, semua KA sudah menggunakan fasilitas berpendingin udara (AC) termasuk kelas bisnis dan ekonomi.
Hal lainnya, kata Bambang, adalah reservasi tiket bisa dipesan 90 hari sebelum keberangkatan (H-90) yang diberlakukan untuk semua kelas kereta penumpang.
Ia menjelaskan, selama angkutan lebaran pihak perusahaan telah menyiapkan dukungan fasilitas delapan Lokomotif, kereta atau gerbong Kelas satu sebanyak 20 unit, Kelas dua (Bisnis) 20 unit, kelas ekonomi 24 unit dan lainnya adalah kereta Diesel dan kereta makan dan kereta pembangkit (Power).
Selanjutnya, dukungan personel pengamanan eksternal 633 orang, internal 114 orang yang terdiri atas unsur TNI, Polri, pengamanan internal Polsuska dan Satpam ditugaskan di wilayah Divre III.1 Kertapari ditambah 327 personel ditugaskan di wilayah Divre III.2 Tanjung Karang.
Personel tersebut selama angkutan mudik dan balik lebaran disebar pada tiap stasiun mulai dari tiga personel hingga 10 orang, dan perjalanan pengawalan KA dua hingga tiga anggota.
Sementara untuk mendukung kelancaran operasi angkutan lebaran ini diturunkan pula petugas khusus yaitu regu FlyngGang (siaga 24 jam) ditempatkan pada lokasi stategis kemudahan mobilitas, penambahan petugas pemeriksa jalur KA serta petugas pengawasan sejumlah jembatan.
Ia menambahkan, dengan kesiapan tersebut hingga pada hari terakhir sembilan hari setelah lebaran Minggu (18/8) kondisi secara umum perjalanan KA dalam keadaan aman lancar dan terkendali.
"Hanya saja hasil evaluasi kami, ditemukan beberapa kasus seperti penumpang masih belum paham tentang aturan boarding system yang diterapkan di PT.KAI, contohnya ketika melakukan reservasi menggunakan entry indentitas sesuai nama dan KTP/SIM, namun justru ketika berangkat kartu identitas tersebut diabaikan," katanya.
Padahal ketika boarding tiket dibawa tersebut dicocokan dengan KTP pemegang tiket, KTP malah tidak dibawa, hal ini tentu secara tegas ditolak dan tidak memperkenankan yang bersangkutan menggunakan KA walaupun punya tiket, karena identitas pendukung tidak terpenuhi.
Kondisi demikian memang perlu waktu dan pemahaman untuk mengedukasi masyarakat. "Kami akan terus konsisten seperti halnya pembatasan kapasitas angkut hanya 100 persen sesuai jumlah tempat duduk, larangan membawa senjata tajam, membawa hewan dan larangan merokok Alhamdulillah walaupun perlahan, pengguna jasa sudah mulai memahami, meski tetap terus diawasi, katanya.(Antara)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
