Logo Header Antaranews Sumsel

Produksi cabai Sumsel 17,86 ribu ton

Kamis, 1 Agustus 2013 19:22 WIB
Image Print
Pedagang Cabai. (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan mencatat jumlah produksi cabai merah besar daerah itu tahun 2012 sebanyak 17,86 ribu ton, atau meningkat 26,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Baehdi Ruswana di Palembang, Kamis mengatakan, peningkatan tertinggi produksi cabai merah besar tahun 2012 tersebut terjadi di Kabupaten Banyuasin sebesar 4,39 ribu ton.

Sedangkan penurunan produksi tertinggi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sebesar 1,46 ribu ton dibandingkan tahun 2011.

Dijelaskannya, pada periode 2010-2012 produksi cabai merah besar tertinggi di Sumsel terjadi pada 2010 yaitu sebesar 24,24 ribu ton dan produksi terendah tahun 2011 hanya 14,14 ribu ton.

Sementara, luas panen tertinggi pada tahun 2010 mencapai 6,16 ribu hektare dengan produktivitas tertinggi juga pada 2010 sebesar 3,94 ton per hektare.

Selanjutnya, produksi cabai rawit Sumatera Selatan tahun 2012 sebanyak 5,34 ribu ton, atau mengalami kenaikan 836 ton (18,58 persen) dibandingkan tahun 2011.

Menurut dia, kenaikan produksi cabai rawit Sumsel paling tinggi dari tahun 2011 ke tahun 2012 terjadi di Kabupaten Banyuasin sebesar 562 ton (152,54 persen) dan di Kabupaten OKU Selatan 537 ton (167,57 persen).

Ia menjelaskan, produksi cabai rawit di Sumsel pada periode tahun 2010-2012 cukup berfluktuasi.

Produksi cabai rawit tertinggi di Sumsel terjadi pada tahun 2010 sebanyak 9,80 ribu ton, dari luas panen tertinggi juga tahun 2010 mencapai 2,05 ribu hektare serta produktivitas tertinggi di tahun yang sama 4,78 ton per ha, katanya.

Sementara, mengenai harga jual di pasaran Kota Palembang selama sebulan terakhir atau pada bulan Ramadhan ini selalu berfluktuasi, disesuaikan dengan kondisi stok barang di pasaran.

Menurut Rifin, pedagang di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu Palembang bahwa harga cabai merah tidak bisa diukur, bisa saja hari ini naik, dan beberapa jam kemudian jadi turun tergantung dengan kondisi stok barang.

"Jika pasokan cabai merah lancar dan jumlahnya melimpah, dengan sendirinya berimbas pada harga menjadi turun, demikian sebaliknya," kata Rifin menjelaskan.

Mengenai harga jual cabai merah besar, awal Ramadhan lalu sempat naik dari kisaran Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, namun beberapa hari kemudian berangsur turun dan Kamis ini tercatat Rp40 ribu per kg.

Menurut dia, harga cabai merah besar normal kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kg.



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026