Logo Header Antaranews Sumsel

PDAM akan perluas jaringan air bersih

Kamis, 25 Juli 2013 02:41 WIB
Image Print
Wali Kota Palembang Romi Herton (Foto Antarasumsel.com/13/Nila Fuadi/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Musi Palembang diminta segera melakukan studi kelayakan pembangunan instalasi pengelolaan air dan jaringan untuk menambah kapasitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Wali Kota Romi Herton ketika berdiskusi dengan jajaran pemimpin PDAM Tirta Musi di Palembang, Rabu, mengatakan perluasan pelayanan harus segera dilaksanakan, karena itu studi kelayakan perlu dipercepat.

"Saya meminta studi kelayakan dilaksanakan secepatnya, upayakan pada 31 Desember sudah selesai," katanya.

Menurut dia, perluasan pelayanan air bersih kepada masyarakat Palembang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.

Karena itu, kata dia, langkah awal percepatan studi kelayakan instalasi pengolahan air dan jaringan mendesak dilaksanakan.

Ia mengatakan, lima bulan ke depan pihaknya meminta PDAM telah menyelesaikan studi kelayakan.

Setelah diselesaikan langsung dilakukan pembangunan sarana pendukung perluasan pelayanan air bersih.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Musi Syaiful menjelaskan untuk investasi pembangunan instalasi pengolahan air dan jaringan membutuhkan dana yang cukup besar.

"Untuk instalasi pengolahan air investasi yang disiapkan sebesar Rp450 miliar, sedangkan jaringan butuh Rp800 miliar yang disiapkan untuk sarana selama lima tahun hingga 2018," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan pra studi kelayakan untuk penambahan instalasi pengolahan dan jaringan air bersih.

Karena itu, mudah-mudah studi kelayakan bisa dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan target wali kota.

Syaiful menambahkan, per semester pertama tahun 2013 jumlah pelanggan air bersih PDAM Tirta Musi mencapai 212.453 sambungan dari total 1,5 juta jiwa penduduk kota tersebut.

Cakupan pelayanan mencapai 95,83 persen sehingga dengan penambahan jaringan baru maka target 100 persen dapat segera direalisasikan.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026