Logo Header Antaranews Sumsel

AJI gelar pelatihan peningkatan kapasitas jurnalis

Jumat, 5 Juli 2013 22:56 WIB
Image Print
Ilustrasi (FOTO ANTARA)
...Para jurnalis diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan jurnalistik yang memadai, tapi juga memiliki wawasan kepedulian pada berbagai persoalan publik...

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerja sama dengan Program Representasi (Prorep) USAID Indonesia menggelar "Training of Trainers (ToT) Peningkatan Kapasitas Jurnalis dalam Isu Transparansi Anggaran" bagi wartawan dari lima daerah di Indonesia.

Menurut Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi, saat membuka pelatihan di Hotel Grand Cemara Jakarta, Jumat, para jurnalis diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan jurnalistik yang memadai dalam melaksanakan tugas liputan di lapangan, tapi juga memiliki wawasan kepedulian pada berbagai persoalan publik termasuk dalam penganggaran di daerah dan pusat.

"Wawasan tentang politik anggaran di tingkat pusat dan daerah harus diketahui para jurnalis, sehingga dapat lebih tajam dan kritis dalam menulis hal berkaitan dengan hal tersebut," ujar dia.

Upaya itu, kata Eko, juga bertujuan untuk menekan praktik korupsi yang dilakukan sejak tahap perencanaan anggaran hingga pelaksanaannya, sehingga dapat ditulis di media massa oleh para jurnalis dimaksud.

"Politik anggaran yang cenderung koruptif baik di pusat maupun di daerah harus dibongkar untuk segera dihentikan, karena akan sangat merugikan masyarakat dan bangsa kita ini," kata dia lagi.

ToT Peningkatan Kapasitas Jurnalis dalam Isu Transparansi Anggaran yang berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (5-6/7) ini, diikuti puluhan jurnalis dari lima daerah, yaitu Padang (Sumatera Barat), Bandarlampung (Lampung), Kediri dan Surabaya (Jawa Timur), serta Yogyakarta.

Narasumber pelatihan calon instruktur untuk pelatihan transparansi anggaran di daerah-daerah di Indonesia itu, antara lain Yenny Sucipto (Direktur Riset Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran/FITRA), Febrina Siahaan (akademisi-mantan jurnalis ekonomi dan bisnis), Dr Adli Anwar (BAKN), dan P Hasudungan Sirait (Biro Dilkat AJI Indonesia).

Dalam pelatihan ini, terungkap sejumlah praktik perencanaan anggaran dalam APBN dan APBD di daerah-daerah yang terindikasi terjadi penyimpangan dan praktik korupsi yang diduga merupakan "permainan" pihak tertentu, sehingga merugikan masyarakat dan negara.

Praktik penyimpangan dalam penganggaran dan pelaksanaan anggaran itu perlu menjadi perhatian para jurnalis di seluruh Indonesia agar dapat ditekan kebocoran dan pemborosan anggaran yang masih terjadi.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026