Logo Header Antaranews Sumsel

Satu dari 10 orang akan hidup dalam "Hotspot"

Selasa, 2 Juli 2013 17:42 WIB
Image Print
Ilustrasi.(FOTO ANTARA)

Washington (ANTARA/AFP) - Satu dari 10 orang di dunia akan hidup di tempat yang perubahan iklimnya akan merusak setidaknya dua sektor utama seperti pertanian, perairan, ekosistem atau kesehatan, seperti dilaporkan oleh sebuah penelitian pada Senin.

Hotspot tersebut akan tersebar kebanyakan di daerah selatan Amazon, dengan perubahan drastis dalam persediaan air, ladang, dan ekosistem, lapor sebuah penelitian di Proceedings of the National Academy of Sciences, dari jurnal AS.

Wilayah hotspot terbesar kedua ialah Eropa selatan, di mana kekurangan air dan gagal panen akan merujung pada kesulitan untuk populasi, lapor penelitian yang dipimpin oleh Franziska Piontek dari Institut Potsdam Jerman untuk Climate Impact Research (Penelitian Dampak Cuaca).

Peneliti dari Jepang, Amerika Serikat, China, Eropa dan sekitarnya ikut dalam penelitian ini, dan menggunakan program modeling matematis untuk memproyeksikan bagaimana pemanasan global akan merubah lingkungan di seluruh planet.

Beragam level panas yang berbeda telah diteliti, dengan kelebihan multi-sektor yang mulai bermunculan besar-besaran pada tiga derajat Celcius diatas rata-rata suhu dunia tahun 1980-2010. Jika angka tersebut naik di atas empat derajat Celcius dari suhu rata-rata tahun 1980-2010, 11 persen populasi dunia akan menderita dampak kritis pada setidaknya dua dari empat sektor.

Tempat hotspot lainnya ialah wilayah Amerika Tengah dan Afrika, juga dataran tinggi Ethiopia karena tekanan penyebaran malaria, pertanian yang rusak, dan perubahan ekosistem. Wilayah utara Asia selatan juga diprediksi akan mengalami hotspot karena gagal panen ditambah dengan perubahan ekosistem atau persediaan air.

Apa yang dianggap ekstrem saat ini bisa jadi dianggap normal nantinya, kata penulis Qiuhong Tang dari Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Para peneliti menyampaikan bahwa data ini akan membantu negara-negara untuk perubahan signifikan dalam satu dekade ke depan, baik dengan strategi adaptasi yang dipercepat ataupun keputusan mendukung untuk membatasi perubahan cuaca. (ms/ml)



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026