Logo Header Antaranews Sumsel

Herman Deru apresiasi satgas tanggulangi karhutla di 13 kabupaten

Selasa, 23 Juni 2026 19:43 WIB
Image Print
Gubernur Sumsel Herman Deru. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi kerja satuan tugas (satgas) gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla pada musim kemarau 2026.

"Satgas gabungan penanggulangan karhutla dari unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait perlu diapresiasi karena telah bekerja maksimal menanggulangi karhutla di 13 kabupaten dan kota," kata Herman Deru di Palembang, Senin.

Dia menjelaskan, karhutla pada tahun ini tergolong cukup besar dan menyebar di 13 daerah seperti Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Pali, Lahat, Muara Enim, Musirawas, Ogan Komering Ulu (OKU), Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin.

Menghadapi kondisi tersebut, seluruh pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama wilayah yang selama ini menjadi langganan karhutla saat musim kemarau.

Penanggulangan karhutla perlu dilakukan secara bersama-sama sehingga bisa saling mendukung dan saling melengkapi.

Melalui upaya tersebut diharapkan karhutla di Sumsel sepanjang musim kemarau 2026 ini bisa dikendalikan sehingga masalah kabut asap yang bisa mencemari udara serta mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat dapat diatasi, harap Gubernur Herman Deru.

Sebelumnya Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, menghadapi musim kemarau tahun ini pihaknya menyiapkan beberapa operasi darat dan udara untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Dalam operasi itu, sepanjang Januari hingga Mei 2026 dilakukan penanggulangan 101 kejadian karhutla, sedangkan pada Juni 2026 ini dilakukan penanggulangan 64 kejadian karhutla.

Melihat data yang akhir-akhir ini semakin banyak terjadi karhutla, pihaknya berupaya meningkatkan kesiapsiagaan, terutama wilayah yang selama ini menjadi langganan kebakaran saat musim kemarau.

Kemudian melakukan berbagai langkah pencegahan seperti patroli memantau titik panas (hotspot), dan mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar atau kegiatan yang bisa memicu terjadinya karhutla, jelas Sudirman.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026