
Harga minyak sawit mentah naik

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan saat ini mencapai Rp7.049 per kilogram atau naik dibanding pekan lalu yang hanya sekitar Rp6.870 per kg.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel, Benyamin di Palembang, Kamis mengatakan naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) itu diketahui hasil pantauan dan data dari sejumlah perusahaan perkebunan yang ada di daerah tersebut.
Ia menjelaskan, perkembangan harga CPO di Sumsel kondisinya sama seperti karet selalu terjadi perubahan dari naik kemudian turun atau berfluktuatif.
Namun, kata dia, berdasarkan data dihimpun Dinas Perkebunan setempat dalam sebulan terakhir cenderung turun.
Selain itu , juga berpatokan dengan ketetapan dalam rapat rutin yang diselenggarakan Dinas Perkebunan dan dinas instansi terkait dengan sejumlah pengusaha perkebunan kelapa sawit di Sumsel diselenggarakan dua kali dalam sebulan.
Harga CPO di Sumsel juga tergantung dari perkembangan harga di luar negeri karena sebagian CPO Sumsel diekspor.
Ia mengatakan, pada rapat rutin tersebut juga ditetapkan harga beli buah sawit atau (TBS) yang merupakan bahan baku utama CPO.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan Sumsel, harga CPO di Sumsel sejak pertengahan awal Juni 2013 selalu berubah dari Rp6.451 per kg, menjadi Rp6.564 per kg, kemudian bergerak lagi Rp6.870 per kg dan terakhir Kamis menjadi Rp7.049 per kg.
Sementara CPO yang dipasarkan tersebut adalah hasil panen dari luas areal perkebunan kelapa sawit yang ada di sejumlah daerah sentra produksi dengan total mencapai kisaran 600 ribu hektare.
Luas areal perkebunan kelapa sawit itu diusahakan oleh perkebunan besar swasta nasional maupun asing, termasuk dikelola secara swadaya oleh petani yang tercatat lebih dari 20 unit usaha perkebunan tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel.
Benyamin mengatakan di Sumsel terdapat sejumlah perusahaan perkebunan antara lain PT Tania Selatan melakukan kegiatan usaha di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, PT Mitra Ogan dan PT Minangan Ogan di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
"Sekarang ini dari luas areal perkebunan kelapa sawit itu rata-rata sudah menghasilkan, dan bahkan sebagian tidak lagi produktif dan sedang giat dilakukan peremajaan kembali," katanya.
Belum lagi perkebunan kelapa sawit yang diusahakan petani secara swadaya dan perorangan.
Ia menambahkan, khusus perkebunan diusahakan oleh petani secara swadaya rata-rata skala antara dua hektare hingga lima hektare, berbeda dengan perkebunan besar mencapai antara 2.000 ha hingga puluhan ribu ha.
Pewarta: Oleh: Muhammad Suparni
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
