Logo Header Antaranews Sumsel

Korsel janjikan kapten Iran bakal "nangis darah"

Senin, 17 Juni 2013 19:33 WIB
Image Print

Seoul (Antara/AFP) - Korea Selatan (Korsel) dan Iran terlihat akan menjalani pertandingan paling panas di kualifikasi Piala Dunia zona Asia pada Selasa, setelah para pelatih mereka bertukar komentar-komentar buruk dan seorang pemain berkata ia akan membuat kapten Iran "menangis darah."

Perang kata-kata secara dramatis telah menaikkan temperatur menjelang pertemuan mereka di kota bagian Utara Ulsan, di mana Korsel hanya memerlukan satu angka namun Iran memerlukan kemenangan untuk menggaransi tiket otomatis lolos ke Piala Dunia 2014.

Setelah pelatih Korsel Choi Kang Hee berjanji "menyulitkan kehidupan" Iran memancing respon keras dari pelatih Carlos Quieroz dan kapten javad Nekounam, para pemain tuan rumah kini kembali melancarkan serangan.

"Saya akan membuat dia (Nekounam) menangis darah," kata penyerang yang bermain di Liga Jerman Son Heung Min.

Son menambahkan, "Nekounam diketahui berbicara terlalu banyak. Saya akan membiarkan aksi saya di lapangan yang berbicara. kami akan mengalahkan mereka dengan tiga atau empat gol."

Kekisruhan ini menyusul setelah Korsel mengeluhkan perlakukan buruk yang mereka terima saat melawat ke Tehran pada Oktober silam, di mana terdapat sejumlah masalah termasuk urusan visa dan fasilitas lapangan latihan yang buruk. Pada pertandingan itu Korsel kalah 0-1.

Choi mengatakan kenangan perjalanan itu masih segar dalam benak para pemainnya, dan berjanji akan membalas perlakuan Iran pada pekan ini - pada komentar-komentar yang memicu serangan dari Nekounam dan Queiroz, yang menyebut mereka "memalukan."

Namun pelatih Korsel tidak gentar, ia bahkan memprediksi Queiroz akan menyaksikan Piala Dunia tahun depan di Brazil di rumahnya di Portugal.

Gelandang Lee Myung Joo, pemain terbaik saat melakukan debutnya pada pekan lalu ketika Korsel menang 1-0 atas Uzbekistan, juga tidak menganggap Nekounam sebagai sosok yang membahayakan dari Iran.

"Saya tidak tahu siapa itu Nekounam. Saya hanya mendengar tentang dia dari media,"kata Lee. "Saya tidak berpikir Iran merupakan tim kuat. Kami dapat mengalahkan mereka jika kami hanya fokus pada permainan kami."

Pada pertandingan kualifikasi Selasa, semifinalis Piala Dunia 2001 Korsel akan bertekad mengamankan partisipasi berturut-turut mereka di Piala Dunia untuk kedelapan kalinya dan yang kesembilan kalinya secara berturut-turut. Iran baru tampil di tiga Piala Dunia.

Menjelang pertandingan-pertandingan putaran akhir, Korsel memimpin Grup A dengan 14 angka, sedangkan Iran memiliki 13 angka, dan Uzbekistan 11 angka. Dua tim teratas lolos ke Piala Dunia 2014 di Brazil. Tim peringkat ketiga akan memasuki putaran playoff.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026