Logo Header Antaranews Sumsel

BMKG prakirakan Sumsel hujan ringan

Senin, 17 Juni 2013 16:42 WIB
Image Print
Ilustrasi - Suasana Kota Palembang ketika hujan (Foto Antarasumsel.com/Yudi Abdullah/12)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan memprakirakan cuaca di wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa ini, didominasi hujan ringan setelah sebelumnya banyak berawan.

"Meskipun pada Juni 2013 mulai memasuki musim kemarau, hari ini 12 kota di Sumsel diprakirakan hujan dengan intensitas ringan, sedangkan tiga kota lainnya berawan," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama di Palembang, Senin.

Sebanyak 12 kota yang diprakirakan berpotensi hujan dengan intensitas ringan di Sumsel, yakni Kota Palembang, Indralaya, Kayu Agung, Prabumulih, Martapura, Muaradua, Baturaja, Muaraenim, Lahat, Pagaralam, Pangkalanbalai, dan Sekayu.

Kota yang diprakirakan hujan ringan itu memiliki suhu udara berkisar 23--33 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 57--96 persen, kecepatan angin berkisar 25 hingga 30 kilometer per jam dengan arah angin bervariatif, seperti Kota Palembang, Indralaya, Sekayu, Pangkalanbalai, dan Kayu Agung arah angin menuju selatan.

Sedangkan Kota Muaraenim, Lahat, dan Prabumulih arah angin menuju barat daya, serta Kota Martapura, Pagaralam, Baturaja, dan Muaradua arah angin menuju barat.

Sedangkan tiga kota yang diprakirakan berawan, yakni Kota Musi Rawas, Tebingtinggi, dan Lubuklinggau memiliki suhu udara berkisar 24--33 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 58--95 persen, kecepatan angin sekitar 25 kilometer per jam dengan arah angin sebagian besar menuju barat, kecuali Kota Musi Rawas arah angin menuju barat daya.

Indra menjelaskan, wilayah provinsi yang memiliki 15 kabupaten/kota ini pada Juni 2013 mulai memasuki musim kemarau, namun masih terdapat cukup banyak hujan atau sering disebut kemarau basah.

"Kemarau basah disebabkan karena terjadi fenomena La Nina lemah dan 'dipole mode negatif' serta hangat temperatur perairan Indonesia yang membuat kondisi masih tersedia uap air," ujar dia lagi.

Dalam kondisi kemarau basah tahun ini, kemungkinan terjadi titik api atau "hot spot" kecil, namun harus tetap diwaspadai.

Selain perlu waspada kemungkinan terjadi kebakaran hutan, pada musim kemarau basah sekarang ini, masyarakat di Sumsel diimbau agar tetap waspada kemungkinan terjadi bencana lainnya seperti tanah longsor dan angin puting beliung yang beberapa waktu lalu melanda di sejumlah tempat di daerah ini, kata Indra.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026