
PT Nusantara Infrastructure bukukan pendapatan Rp68,7 miliar

...Konsistensi dalam mengembangkan infrastruktur nasional mendorong NI mencatat kinerja positif di awal 2013, peningkatan bisnis terjadi di semua lini bisnis, mulai dari sektor jalan tol, pelabuhan, air, hingga energi terbarukan...
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Perseroan Terbatas Nusantara Infrastructure Tbk (NI) membukukan pendapatan sebesar Rp68,7 miliar per 31 Maret 2013 atau tumbuh 5,26 persen dibanding periode yang sama tahun 2012 yang tercatat sebesar Rp65,3 miliar.
"Konsistensi dalam mengembangkan infrastruktur nasional mendorong NI mencatat kinerja positif di awal 2013, peningkatan bisnis terjadi di semua lini bisnis, mulai dari sektor jalan tol, pelabuhan, air, hingga energi terbarukan," kata Direktur NI Danni Hasan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.
Danni Hassan juga menyebutkan total aset perseroan tumbuh 20,03 persen (tahun ke tahun) dari Rp2,02 triliun menjadi Rp2,42 triliun.
Empat ruas jalan tol yang dimiliki dan dikelola NI, yaitu tol Bintaro-Bumi Serpong Damai (BSD), Jakarta Outer Ringroad (JORR) W1 Kebon Jeruk-Penjaringan, Ruas Tol Seksi Enam (JTSE), dan tol Bosowa Marga Nusantara (BMN) di Makassar, menunjukkan kinerja positif. Volume kendaraan tercatat pada akhir 2012 tumbuh 12 persen menjadi 78,25 juta trafik kendaraan.
Selain mengelola jalan tol, NI juga memperluas bidang usahanya ke sektor infrastruktur lain seperti sektor air bersih.
Melalui PT Potum Mundi Infranusantara, NI bersama PT Enviro mengakuisisi 51 persen saham PT Tirta Bangun Nusantara (TBN).
Perseroan juga mengeksekusi 28 persen saham PT Tirta Kencana Cahaya Mandiri (TKCM), PT Dain Celicani Cemerlang (DCC) untuk melakukan konversi atas pinjaman Perseroan kepada DCC menjadi setoran modal sebanyak 51 persen.
Ia menjelaskan bahwa DCC merupakan perusahaan yang memiliki konsesi untuk membangun dan mengelola instalasi air bersih di Kawasan Industri Medan (KIM).
"Pada akhir 2013, pendapatan perseroan diperkirakan akan naik mencapai 35 persen dibanding pendapatan sebesar Rp270 miliar yang diperoleh pada tahun 2012," tambah Danni Hasan.
Menurut dia, hal itu dimungkinkan jika perseroan berhasil menambah kepemilikan pada salah satu anak perusahaan di bidang air, yaitu TKCM menjadi di atas 51 persen sebelum akhir 2013.
Perseroan juga mengembangkan portofolio usaha sektor pelabuhan dengan mengakuisisi 39 persen saham PT Intisentosa Alambahtera (ISAB) melalui anak perusahaan PT Portco Infranusantara (Portco) untuk pengelolaan Pelabuhan Panjang di Lampung.
Sementara itu, pada sektor energi, PT Energy Infranusantara (EI) masuk ke PT Inpola Meka Energi (IME) dengan mengambil 45 persen saham IME.
Ia menjelaskan bahwa IME adalah merupakan perusahaan yang berpusat pada pengembangan Mini Hydro Power Plant (PLTA mini hidro) di Lau Gunung, Tanah Pinem, Kabupaten Dairi di Provinsi Sumatera Utara.
Transaksi itu dapat menjadi preseden awal menguatnya ketertarikan asing terhadap anak-anak perusahaan infrastruktur sehingga dapat memperkuat struktur permodalan masing-masing anak perusahaan. Hal ini juga dikuatkan oleh fakta yang menguatkan bahwa dalam dua tahun terakhir ini, terjadi peningkatan minat asing untuk melakukan investasi di bidang infrastruktur di Indonesia.
Pada bulan Februari 2013 Cap Asia sebuah perusahaan investasi swasta yang mengkhususkan diri pada sektor investasi infrastruktur di Asia Tenggara, ikut memperkuat anak perusahaan perseroan yang bergerak di bidang jalan tol, yaitu PT Marga Utama Nusantara (MUN).
Melalui Robust Pty Ltd, Cap Asia menjadi pemilik 20 persen saham MUN yang baru diterbitkan dengan nilai transaksi sebesar Rp545 miliar.
Ia berharap kerja sama itu mampu mendorong tercapainya sinergi dan kinerja optimal dalam meningkatkan kinerja perseroan.
PT NI atau yang di Bursa Efek Indonesia tercatat dengan kode META merupakan perusahaan publik yang bergerak di bidang infrastuktur terintegrasi.
NI merupakan salah satu pemain bidang pembangunan infrastruktur di Indonesia. NI memiliki sekaligus mengoperasikan konsesi infrastruktur di Indonesia, termasuk di dalamnya empat ruas tol yaitu Bintaro-Bumi Serpong Damai (BSD), ruas tol BMN-Makassar, ruas Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) di Makassar, dan JORR W1 Kebon Jeruk-Penjaringan, Jakarta.
Perseroan terus mengembangkan investasi sesuai dengan orientasi perusahaan untuk mengembangkan sektor usaha di bidang jalan tol, pengadaan air bersih, pelabuhan, dan power plant (tenaga listrik).
Pewarta: Oleh: Agus Salim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
