
Mantan Kapolda DIY akui bertemu TNI

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Mantan Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Polisi Sabar Rahardjo mengakui pernah melakukan pertemuan dengan TNI sebelum kejadian penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Kabupaten Sleman, DIY.
Pertemuan itu, kata Sabar di Jakarta, Senin, untuk melihat rekaman kejadian penaniayaan yang menewaskan anggota TNI AD dari Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sersan Satu Heru Santoso (31) di Hugo's Cafe Maguwoharjo.
"Iya salah satunya itu, saya mengundang Danrem (Komandan Resor Militer), jadi untuk (melihat) keterbukaan polisi melihat CCTV-nya kayak begini," kata Sabar Mabes Polri Jakarta.
Menurut Sabar, pihaknya hanya melihat rekaman CCTV bersama dengan jajaran TNI.
Dia mengungkapkan bahwa tidak ada ancaman terhadap Kepolisian setelah tewasnya anggota Komandan Pasukan Khusus (Kopassus). "Saya melihat CCTV sama-sama (TNI)," katanya.
Sabar juga mengaku melakukan komunikasi dengan mantan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso dalam rangka mengevaluasi kasus penyerangan Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumatera Selatan.
"Artinya komunikasi itu dalam arti begini, saya 'kan melihat kasus OKU itu, saya evaluasi kurang cepat penanganannya. Anda bisa lihat sendiri, kita tidak sampai 24 jam, makanya kecepatan itu saya selalu komunikasikan," katanya.
Penggantian Kapolda DIY sebelumnya diduga berhubungan dengan kasus penembakan di Lapas Kelas II B Cebongan, Kabupaten Sleman, yang menewaskan empat tahanan yakni Angel Sahetapi alias Deki (31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), Gameliel Yermiayanto Rohi alias Adi (29), dan Yohanes Yuan (38).
"Saya dipindahkan itu hal yang biasa, nggak ada hal yang sangat spesial," kata Sabar.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menyerahkan kasus tersebut kepada Polisi Militer menyusul pernyataan Ketua Tim Investigasi Mabes TNI Angkatan Darat yang menyebutkan ada sebelas oknum anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartosuro yang terlibat dalam penyerangan di Lapas Cebongan.
Pewarta: Oleh: Ade Irma Junida
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
