
PTBA dapat kontrak 51,8 juta ton batu bara

Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT Tambang Batu bara Bukit Asam Tbk mendapat kontrak jual beli 51,8 juta ton batu bara dengan PT Indonesia Power.
Sekertaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono di Jakarta, Kamis, mengatakan penetapan harga batu bara mengacu yang ditetapkan pemerintah dan biaya angkutan kereta api dari lokasi tambang menuju pelabuhan.
"Kontrak itu akan digunakan untuk pasokan bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap Suralaya di Merak, Banten," katanya.
Ia menambahkan kontrak batu bara itu dilakukan berdasarkan kesepakatan yang ditetapkan setiap tahunnya oleh PTBA-PT IP dengan masa berlaku mulai 1 Januari 2013-31 Desember 2022 dengan jenis batu bara tertuang dalam kontrak sekitar 5.000 kcal/kg sistem pembayaran FOB (Free on Board) Pelabuhan Tarahan.
"Apabila diekuivalen dengan harga saat ini dan biaya angkutannya, sekitar 3,5 miliar dolar AS," katanya.
Joko menambahkan untuk antisipasi lonjakan penjualan batu bara, PTBA juga melakukan komitmen dengan PT Kereta Api (Persero) untuk meningkatkan kapasitas angkutnya menjadi 22,7 juta ton per tahun mulai 2014-2029. PT KA membangun sebagian ruas jalan kereta apinya dengan jalur ganda sekitar 80 km dari Tanjung Enim hingga Prabumulih, Sumatera Selatan..
Pewarta: Oleh: Zubi Mahrofi
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
