Logo Header Antaranews Sumsel

Warga manfaatkan banjir menjaring ikan

Selasa, 5 Maret 2013 16:30 WIB
Image Print
Salah seorang warga mengangkat hasil tangkapan ikan menggunakan jaring atau tangguk di kawasan sungai yang tengah meluap di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin (4/3). (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly)
....Di situ seni menangguk, memperkirakan dan mengira-ngira....

Ogan Ilir, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Sejumlah warga di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memanfaatkan musim banjir untuk menjaring ikan menggunakan alat tradisional yang disebut tangguk.

Basri, salah seorang warga yang menangguk ikan, Senin (4/2) mengakui dalam sehari ia bisa mendapatkan rata- rata dua hingga tiga kilo ikan.

Beberapa warga bahkan mengaku pernah mendapatkan tujuh kilo ikan setelah seharian menangguk di pinggiran sungai setempat yang meluap dan menimbulkan banjir.

"Karena arus luapan sungai ikan jadi lebih banyak yang lewat ke sini," jelas dia sembari membetulkan tangguk miliknya.

Jenis ikan yang tertangkap pun beraneka ragam, beberapa jenis di antaranya ikan sepat dan ikan betina.

Menurut dia, waktu yang paling tepat menangguk ikan adalah pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 10.00 WIB atau sore dari pukul 16.00 hingga pukul 18.00 WIB.

"Pada waktu itu pas sekali udara teduh dan arus deras," jelas pria yang telah puluhan tahun menangguk ikan untuk penghasilan tambahan.

Tangguk yang digunakan terbuat dari bambu dan jaring yang menyerupai tudung, dengan lebar kurang lebih hampir dua meter.

Alat tersebut cukup dicelupkan ke air, sementara penangguk hanya perlu melihat situasi untuk memastikan kapan tangguk harus diangkat.

Saat ikan singgah di antara jejeraing adalah waktu yang tepat untuk mengangkat tangguk ke permukaan.

"Di situ seni menangguk, memperkirakan dan mengira-ngira," ujarnya.

Peralatan tangguk sendiri umumnya dibuat sendiri, namun bisa juga didapatkan dari pengrajin dengan harga Rp 75.000 per buah.



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026