Logo Header Antaranews Sumsel

Askes benahi infrastruktur kesehatan masyarakat

Selasa, 5 Maret 2013 11:36 WIB
Image Print
...Kerjasama Askes dengan Pemprov DKI meliputi penyediaan sistem layanan pengobatan bagi warga Jakarta pemilik Kartu Jakarta Sehat (KJS). Pemegang KJS nantinya tidak lagi harus langsung ke rumah sakit untuk berobat...

Jakarta (Antara Sumsel) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan PT Asuransi Kesehatan (Askes) siap bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta untuk membenahi infrastruktur kesehatan masyarakat sebagai dampak membludaknya pasien di rumah sakit di kawasan ini.

"Kerjasama Askes dengan Pemprov DKI meliputi penyediaan sistem layanan pengobatan bagi warga Jakarta pemilik Kartu Jakarta Sehat (KJS). Pemegang KJS nantinya tidak lagi harus langsung ke rumah sakit untuk berobat, tapi diharapkan bisa di puskesmas-puskesmas terdekat," kata Dahlan, seusai Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Gedung Askes, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kesepakatan Askes dengan Pemprov DKI Jakarta sudah disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan dijadikan sebagai percontohan perbaikan fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, pada kerja sama ini Pemda DKI menyiapkan piranti lunak untuk teknologi informasi sedangkan Askes menyediakan infrastruktur layanan sehingga semua puskesmas dengan rumah sakit saling terkoneksi.

Pembenahan sistem jaringan puskesmas dengna rumah sakit tersebut diharapkan secara bertahap dapat dilaksanakan mulai 1 April 2013.

"Kerja sama sudah diteken, tinggal menunggu implementasi pada sebagian puskesmas terlebih dahulu," ujarnya.

Dengan demikian, setiap warga yang akan berobat dapat ditangani di puskesmas-puskesmas, tidak harus langsung ke rumah sakit.

"Pihak puskesmas juga ditugasi memberi surat pengantar apakah seorang pasien harus dirawat di rumah sakit, atau cukup ditangani di puskesmas saja," katanya.

Mantan Dirut PT PLN itu menambahkan, bagi pasien dengan kondisi gawat darurat yang mengharuskan penanganan lebih lanjut harus langsung dirujuk ke rumah sakit agar bisa tertolong.

"Puskesmas-puskesmas saat ini sudah memiliki dokter-dokter yang handal, jadi tidak harus ke rumah sakit juga," tegas Dahlan.

Kalaupun warga pemegang KJS yang langsung datang ke rumah sakit, lanjutnya, maka pihak rumah sakit juga akan menanyakan kepada pasien apakah sudah disertai dengan surat pengantar.

"Ini salah satu solusi mengatasi menumpuknya pasien pemegang KJS, karena sudah dapat ditangani di puskesmas-puskesmas," ujarnya.

Terkait dengan kerja sama tersebut, Dahlan berharap kemitraan Askes tersebut bisa dikembangkan di seluruh Indonesia terutama bagi Pemda-Pemda yang memiliki program-program kesehatan masyarakat.

"Kami saat ini sedang mencari dua Bupati yang mau mengadopsi percontohan ini untuk dijadikan sebagai solusi mengatasi masasalah kesehatan warganya,'" ujar Dahlan. (R017)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026