Logo Header Antaranews Sumsel

BPS Lampung siap lakukan sensus pertanian 2013

Minggu, 17 Februari 2013 21:29 WIB
Image Print
...BPS Lampung akan melibatkan sebanyak 9.068 orang petugas lapangan untuk mendukung pelaksanaan Sensus Pertanian 2013...

Bandarlampung (Antara Sumsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung siap melaksanakan Sensus Pertanian 2013 yang serentak akan dilaksanakan di seluruh Indonesia, Mei mendatang.

Kepala Bidang Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Ariyanto SSi MM didampingi Kepala BPS Kabupaten Lampung Tengah Ir Dwiyana Suharyati MM dalam dialog Aspirasi Merah Putih (AMP) disiarkan dari RRI Bandarlampung berjaringan RRI nasional, Minggu, menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyukseskan Sensus Pertanian (ST) 2013 yang berlangsung 1-31 Mei.

"BPS Lampung akan melibatkan sebanyak 9.068 orang petugas lapangan untuk mendukung pelaksanaan Sensus Pertanian 2013 ini," ujar Ariyanto, saat paparan dan dialog yang dipandu presenter RRI Bandarlampung Thohir Saleh dengan pembahas dari redaksi Perum LKBN Antara Biro Lampung itu pula.

Dia menyebutkan, secara nasional ST 2013 di seluruh Indonesia akan melibatkan sebanyak 245.412 petugas lapangan.

Guna menjamin akurasi dan validitas data yang dihasilkan dalam ST 2013 itu, Dwiyana menambahkan, dibentuk pula tim "task force", petugas monitoring kualitas data, dan tim monitoring independen yang akan mengecek dan menilai pendataan sedang dan akan dijalankan petugas di lapangan.

Dengan berbagai upaya itu akan dapat segera dilakukan koreksi dan evaluasi seperlunya, jika tidak sesuai dengan prosedur baku yang ditentukan.

"Pengecekan ulang data yang masuk dari petugas pencacah di lapangan dilakukan sambil berjalan, bukan menunggu pendataan rampung, sehingga diharapkan data yang masuk tidak terjadi kekeliruan," ujar dia pula.

Menurut Ariyanto, sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, dengan kontribusi secara nasional terbesar kedua mencapai 14,7 persen, setelah kontribusi sektor industri 24,3 persen dalam Produk Domestik Bruto Indonesia tahun 2011.

Sebanyak 112,8 juta penduduk Indonesia yang bekerja pada Februari 2012, sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak mencapai 36,52 persen.

Di Provinsi Lampung, dari Produk Domestik Regional Bruto menunjukkan, peranan sektor pertanian merupakan yang terbesar yaitu mencapai 35,56 persen (tahun 2011).

"Kondisi tersebut menunjukkan Provinsi Lampung merupakan daerah agraris," ujar Ariyanto lagi.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Pertanian 2013 itu sejalan dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mengatur pelaksanaan Sensus Penduduk (SP), Sensus Pertanian (ST), dan Sensus Ekonomi (SE) berlangsung dalam 10 tahun sekali.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik disebutkan bahwa waktu penyelenggaraan ST pada tahun berakhiran angka tiga (3).

Sensus Pertanian pertama kali dilaksanakan tahun 1963, dan selanjutnya berlangsung tahun 1973, 1983, 1993, dan 2003.

"Sensus Pertanian tahun 2013 adalah yang keenam dalam pelaksanaan ST di Indonesia," kata Ariyanto.

Ia menjelaskan, subsektor yang tercakup dalam ST 2013 adalah tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.

Dwiyana menegaskan bahwa petugas lapangan yang mendata ke rumah-rumah dalam pelaksanaan ST 2013 akan dilengkapi dengan surat tugas dari BPS beserta foto yang bersangkutan, seragam rompi berwarna hijau dengan gambar logo BPS dan topi sebagai pencacah ST 2013.

Dia menyatakan, selama pelaksanaan ST 2013, 1-31 Mei itu, dimungkinkan petugas lapangan dimaksud akan lebih satu kali mendatangi rumah warga untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan berkaitan dengan seluruh usaha pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan baik pada rumah tangga, perusahaan, maupun pesantren/seminari, lembaga pemasyarakatan, barak militer, dan kelompok usaha bersama.

ST 2013 ini bertujuan untuk mendapatkan data statistik pertanian terkini yang lengkap dan akurat sebagai gambaran struktur pertanian di Indonesia, kerangka sampel sebagai landasan pengambilan sampel untuk survei pertanian, memperoleh berbagai informasi tentang usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, komoditas pertanian serta distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas.

"Semua data tersebut diperlukan untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun perencanaan pembangunan pertanian Indonesia," demikian Ariyanto.(B014)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026