
Harga karet ekspor di Sumsel turun

Palembang (Antara Sumsel) - Harga bahan olah karet ekspor kualitas 90 persen di Sumatera Selatan, Sabtu, tercatat Rp26.695 per kilogram atau turun dibandingkan dengan sebelumnya sekitar Rp26.712.
Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Awie Aman di Palembang, Sabtu, mengatakan harga bahan olah karet atau bokar kualitas 90 persen di tingkat pabrik sejak awal Februari 2013 hingga saat ini fluktuatif di kisaran Rp25 ribu hingga mendekati Rp27 ribu per kilogram.
Ia mengatakan harga karet ekspor kualitas 90 persen pada 11 Februari 2013 masih tercatat Rp26.468 per kilogram, sedangkan beberapa hari kemudian bergerak turun hingga Rp26.429.
Selanjutnya, katanya, harga bokar pada 14 Februari bergerak naik lagi menjadi Rp26.712 per kilogram, dan hingga Sabtu turun menjadi Rp26.695.
Ia menjelaskan harga bokar di Sumsel dalam beberapa bulan terakhir termasuk selama Februari 2013 selalu terjadi perubahan, tergantung pasaran di luar negeri.
Hal itu, katanya, karena sebagian besar hasil salah satu komoditas andalan perkebunan provinsi tersebut untuk diekspor.
Seorang petani Desa Sugihan, Kabupaten Muaraenim Zulkifli mengatakan harga karet di tingkat petani hingga saat ini masih rendah.
Selain harga karet di tingkat petani saat ini rendah, atau kisaran Rp12 ribu per kilogram, produksi juga cukup jauh berkurang.
Selama sebulan terakhir, katanya, jumlah produksi karet petani jauh menurun karena pengaruh musim hujan.
Para petani tidak bisa menyadap karet, karena sering datang hujan lebat.
"Sekarang ini, para petani banyak mengeluh, akibat musim hujan tidak bisa menyadap karet," katanya, selain harga karet khususnya di tingkat petani semakin membaik, hujan juga berkurang.
Ia mengatakan mata pencaharian 90 persen dari total petani Desa Sugihan mengandalkan dari hasil menyadap karet.
Mengenai pemenuhan kebutuhan petani selama musim hujan, katanya, sebagian besar memanfaakan uang atau perhiasan emas simpanan mereka yang sewaktu-waktu dapat dijual ke pasar.
Selama ini, hasil sadapan karet petani biasanya dijual langsung ke pedagang pengumpul, sedangkan setelah karet jumlahnya cukup banyak, lalu dipasarkan ke pabrik pengolahan di Palembang.
Menurut Sekretaris Gapkindo Sumsel Awie Aman, khusus di Sumatera Selatan, hingga saat ini tercatat belasan pabrik pengolahan karet anggota Gapkindo melakukan ekspor.
Ia mengatakan total ekspor antara 60 ribu hingga 70 ribu ton karet per bulan.
Daerah penghasil karet di Sumsel, antara lain Kabupaten Muaraenim, Lahat, Banyuasin, Musibanyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, sebagian dari Kabupaten Musirawas, Kota Pagaralam dan Kota Prabumulih dengan total luas mencapai satu juta hektare lebih. (M033)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
