
Buah rambutan "banjiri" pasar Palembang

Palembang (Antara Sumsel) - Sejak sebulan terakhir, pasokan buah rambutan makin membanjiri sejumlah pasar tradisional di kota Palembang, dengan tingkat harga bervariasi antara Rp2.500 hingga Rp3.500 per kilogram.
Pantauan Antara pada sejumlah pasar tradisional seperti pasar Jakabaring, 16 Ilir, Cinde, pasar Simpang Sungki dan pasar Kelurahan 9 dan 10 Ulu Palembang, Kamis, masing-masing pedagang buah menyediakan stok buah musiman sekali setahun itu.
Menurut Ruslan, salah satu pedagang buah di pasar tradisional Kelurahan 10 Ulu bahwa sejak beberapa hari terakhir pasokan buah rambutan dari beberapa daerah penghasil di Sumsel semakin lancar dan jumlahnya melimpah.
Namun, diantara sejumlah pedagang buah itu sebagian besar menetapkan harga jual rata-rata Rp10 ribu per tiga Kg, katanya.
Para pedagang buah, khusus yang menyediakan buah rambutan sistem menjualnya ada secara kiloan, dan cara ikatan.
Biasanya pedagang yang menjual rambutan sistem ikatan banyak dijumpai di pinggiran sejumlah jalan strategis seperti di sepanjang jalan menuju Perumnas, termasuk beberapa pedagang di pasar Cinde.
Selain rambutan, buah musiman lainnya yang sudah banyak dijumpai di pasaran antara lain durian, dan duku.
Hanya saja, kedua jenis buah musiman tersebut harga jual lebih mahal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena musim tahun ini panen dilakukan para petani kurang memuaskan.
Contohnya, buah durian ukuran sedang ketika panen raya biasanya dijual kisaran Rp8.000 hingga Rp10 ribu per buah, sekarang lebih mahal antara Rp12 ribu hingga Rp17.500 per buah, dan ukuran besar mencapai paling tinggi Rp25 ribu per buah.
Menurut salah satu pedagang di pasar Kelurahan 10 Ulu, musim buah durian tahun ini kurang berhasil, sehingga pasokan ke pasaran kurang lancar dan jumlahnya juga terbatas.
Sementara buah duku hingga saat ini masih dipatok pedagang dengan harga jual tinggi kisaran Rp7.000 hingga Rp12 ribu per kg, karena pasokan barang dari daerah penghasil jumlahnya masih terbatas.
Menurut pedagang, khusus buah duku biasanya dipasok pedagang pengumpul dari daerah Komering, antara lain Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu, serta dari Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim.
Pasokan dari daerah lain juga ada, seperti Kabupaten Lahat, Musibanyuasin termasuk Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir, namun jumlahnya tidak terlalu banyak dan kualitasnya kalah bersaing dengan duku dari Komering dan Ujan Mas.
Masih menurut pedagang, khusus duku dari Komering dan Ujan Mas, kalau panen raya cukup berhasil biasanya pemasaran sampai ke Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan duku Palembang. (M033)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
