
Belasan petani dibebaskan polisi

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 14 orang petani yang tergabung dalam aksi Serikat Petani Sriwijaya yang ditahan dan diperiksa penyidik Polresta Palembang, sejak Selasa sore (29/1), pada Rabu telah dibebaskan.
Anggota tim kuasa hukum, Mualimin Pardi ketika dihubungi di Palembang, mengatakan sebanyak 14 orang petani telah dikeluarkan Polresta setelah menjalani pemeriksaan sampai malam.
Belasan petani itu diperiksa sebagai saksi pengrusakan atau kena pasal 170 KUHP, katanya.
Sementara 12 aktivis dan petani yang ditahan dan diperiksa polisi terkait unjuk rasa pada Selasa, di markas Polda Sumatera Selatan sampai kini belum jelas kapan akan dikeluarkan.
Karena itu, pihaknya menuntut agar kepolisian segera membebaskan 12 tahanan yang tuduhannya sama tersebut.
Ia mengatakan, kepolisian juga diminta untuk adil dalam melakukan tindakan hukum dengan memeriksa pelaku penganiayaan lima orang massa aksi yang berakhir bentrok, Selasa (29/1) sore.
Kini kelima orang tersebut mengalami luka di bagian kepala termasuk Direktur Eksekutif Walhi, Anwar Sadat.
Dia menjelaskan, pihaknya juga menuntut pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan hukum acara dan menghormati nilai-nilai hak azasi manusia.
Bukan dengan ditekan dan menghakimi saksi yang dituduhkan merusak pagar markas Polda Sumsel itu.
Mualimin menambahkan, pihaknya akan terus mendampingi dan menuntut keadilan bagi aktivis dan petani untuk segera dibebaskan.
Polisi juga diminta untuk tegas menghukum pelaku penganiayaan pada aksi petani yang menuntut lahan milik mereka dikembalikan yang hingga kini dikuasai PT Perkebunan Nusantara VII.
Sementara aktivis Walhi Sumsel, Hadi Jatmiko menambahkan setelah menjalani pemeriksaan secara intensif kini Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Anwar Sadat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara setempat.
"Sadat terluka cukup parah di bagian kepalanya sehingga harus dirawat," tambah dia.
Hadi mengatakan, pihaknya menuntut kepolisian segera membebaskan 12 aktivis dan petani yang sampai kini ditahan.
Ucapan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat dan individu juga kini terus mereka terima, baik melalui media sosial maupun berkomunikasi langsung. (Nila)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
