Logo Header Antaranews Sumsel

Polisi salurkan bantuan air bersih ke warga Tebing Tinggi Empat Lawang

Selasa, 18 Agustus 2026 19:55 WIB
Image Print
Aparat Kepolisian Resor Empat Lawang, Sumatera Selatan, menyalurkan bantuan air bersih dan paket sembako kepada warga Sungai Lidi, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, untuk mengatasi dampak kemarau berkepanjangan. ANTARA/HO/Polres Empat Lawang

Palembang (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Empat Lawang, Sumatera Selatan, menyalurkan bantuan air bersih dan paket sembako kepada warga Sungai Lidi, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, untuk mengatasi dampak kemarau berkepanjangan.

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi di Empat Lawang, Selasa, mengatakan bantuan tersebut juga bertepatan dengan momen meriahkan Hari Kemerdekaan RI tahun 2026.

"Bantuan air bersih dan sembako ini merupakan wujud kepedulian sekaligus bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan akibat kekeringan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa jajaran Polri memanfaatkan momentum peringatan kemerdekaan untuk memperkuat semangat pengabdian dan kebersamaan.

Menurutnya langkah ini selaras dengan nilai gotong royong agar kepolisian semakin responsif terhadap persoalan sosial di lingkungan warga.

Bantuan air bersih tersebut disambut antusias oleh warga Sungai Lidi yang kesulitan memperoleh pasokan air harian selama musim kemarau. Selain membagikan logistik, jajaran kepolisian memanfaatkan momen tersebut untuk berinteraksi langsung guna mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat setempat.

Ia berharap aksi kepedulian sosial ini dapat meringankan beban kebutuhan harian warga serta menciptakan iklim kemitraan yang harmonis dan humanis antara Polri dan masyarakat.

Sementara sebelumnya, kekeringan di wilayah Sumsel dipicu oleh El Nino kuat. BMKG telah mengingatkan warga terkait kekeringan yang bisa melanda selain kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan bahwa pemantauan indeks El Nino pada Agustus ini telah mencapai level kuat dan berpotensi terus meningkat ke tingkat yang lebih ekstrem.

"Monitoring indeks El Nino di bulan Agustus ini berada pada level kuat dengan kecenderungan menuju sangat kuat. Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September, ditambah dengan pengaruh Monsun Australia yang di Sumsel saat ini juga semakin kuat," katanya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026