
Penjualan mesin cuci 'sharp' tembus 9.000 unit

Palembang (ANTARA Sumsel) - Penjualan mesin cuci merek Sharp di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Bengkulu, terhitung awal tahun hingga pertengahan Januari 2013 menembus 9.000 unit sebagai dampak musim hujan.
"Kebutuhan terhadap peralatan elektronik mesin cuci meningkat pesat selama musim hujan tahun ini, dan sangat terasa dampaknya pada Januari 2013 meski belum sampai akhir bulan tapi sudah mampu menembus 9.000 unit, sedangkan pada Desember 2012 mencetak 7.000 unit," kata Kepala Cabang PT Sharp Electronics Indonesia Darwin Chen di Palembang, Senin.
Ia mengemukakan, peningkatan penjualan itu dilatari kebutuhan masyarakat terhadap perangkat elektronik yang praktis untuk mengeringkan pakaian.
Secara nasional, perusahaan itu telah menjual mesin cuci sebanyak 100.000 unit pada bulan ini. Selain itu, peningkatan daya beli masyarakat Sumsel, Bangka Belitung, dan Bengkulu juga turun mempengarungi peningkatan penjualan produk itu yang dijual berkisar Rp5 juta hingga Rp900.000 per unit.
Perbaikan harga komoditas sawit dan karet sejak awal tahun 2013, menurutnya juga turut andil dalam meningkatkan kemampuan finansial masyarakat.
"Biasanya harga yang diminati masyarakat berkisar Rp2 juta rupiah per unit, atau sesuai dengan kantong golongan menengah ke bawah dengan volume tabung berkisar 8 kilogram hingga 9 kilogram," katanya.
Terkait dengan pangsa pasar Sharp di tiga provinsi itu, katanya, masih menguasai sekitar 43 persen, disusul LG, Panasonic, Toshiba, dan Samsung. Sementara target pada 2013 sendiri menembus 50 persen.
Secara nasional, market share Sharp sendiri mencapai 25,7 persen dan kontribusi Sumsel untuk pencapaian keuntungan perusahaan itu mencapai delapan persen.
"Pasar di Sumsel ini demikian menjanjikan dan masih belum tergarap maksimal. Hanya saja untuk 2013 ini bisa stabil saja seperti 2012 sudah hasil yang baik karena harga komoditas belum begitu membaik," ujarnya. (Dolly)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
