Logo Header Antaranews Sumsel

Pernak-pernik Imlek mulai diserbu pembeli

Minggu, 27 Januari 2013 19:30 WIB
Image Print
Penjualan pernak-pernik Imlek di sebuah toko peralatan khas Tiong Hoa di Palembang (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/I016)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2564 yang jatuh pada 10 Februari 2013 sejumlah toko pernak-pernik imlek di Kota Palembang mulai diserbu pembeli.

Ayin, pemilik salah satu toko khusus yang menyediakan perlengkapan sembahyang dan pernik Imlek di Palembang, Minggu, mengungkapkan pernak pernik imlek tersebut mulai banyak yang memburu.

"Sudah mulai banyak yang cari," ungkapnya.

Omzet toko dia pun cukup bagus karena cukup ramai pembeli. Puncak ramainya pembeli diperkirakan menjelang seminggu sebelum hari- H, katanya.

Menurut dia, banjir besar di Jakarta diakuinya juga turut mempengaruhi penjualan di tokonya.

"Pesanan jadi lebih ramai, karena sentra penjualann di Jakarta agak sulit diakses karena banjir," ujarnya.

Pernik yang disediakannnya pun beraneka ragam. Yang paling banyak dicari tentu lampion dan pohon mei hua dibanding pernik lainnya.

Sementara khusus untuk tahun ular ini ia khusus menyediakan aneka patung ular kobra sebagai simbol Tahun Baru Imlek 2564.

Pernik yang ditawarkannya kebanyakan merupakan barang impor dari berbagai negara seperti Taiwan, RRC, dan Thailand.

Untuk harga, Ayin berani menjamin harga yang ditawarkan di tokonya termasuk murah. Ia mematok pernik berkisar mulai Rp4.000 hingga jutaan rupiah.

"Pernik yang paling murah adalah gantungan pohon Mei Hua yang termasuk pernik yang paling banyak dicari, karena selain harhga murah juga amat menarik. Sementara termahal lampion LED . (FN)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026