Logo Header Antaranews Sumsel

KAI Sumsel bangun jalur ganda 100 kilometer

Jumat, 18 Januari 2013 10:40 WIB
Image Print
Humas PT KAI Divre III Sumsel Jaka Jarkasih (Foto Antarasumsel.com/13)

Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan membangun jalan kereta api dua jalur, atau jalur ganda sepanjang 100 kilometer dari Stasiun Tanjung Rambang sampai Stasiun Tanjung Enim Baru.

Pembangunan jalan kereta api (KA) kini baru rampung 20 kilometer dari Stasiun Prabumulih sampai Niru dan telah difungsikan, kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (PT KAI Divre III) Sumatera Selatan Jaka Jarkasih di Palembang, Jumat.

Ia menjelaskan, dari total 100 km jalan yang sedang dibangun itu, sampai saat ini tinggal sepanjang 80 km lagi masih dalam proses ditargetkan rampung secara keseluruhan akhir tahun 2013.

PT KAI terus melakukan penambahan prasarana, baik pembangunan jalan KA dua jalur maupun stasiun baru, dengan harapan pada awal 2014 angkutan batu bara PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dari mulut tambang Tanjung Enim menuju Tarahan Provinsi Lampung dan Kertapati, Palembang dapat ditingkatkan.

Menurut dia, dengan dibangunnya jalan KA dua jalur itu, maka transportasi khusus batu bara menggunakan jasa angkutan batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) tidak lagi mengganggu aktivitas kereta api umum lainnya.

Dengan sendirinya, kata dia, angkutan babaranjang akan semakin lancar sekaligus bisa menaikan volume batu bara, yang diharapkan mulai awal 2014 dapat ditingkatkan hingga 25 juta ton per tahun.

Program PT KAI juga sejalan dengan keinginan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang berupaya meningkatkan kapasitas produksi batu bara dari sekarang hanya rata-rata 12 juta ton per tahun, secara bertahap pada puncaknya nanti menjadi 100 juta ton per tahun.

Gubernur Alex Noerdin, pada beberapa kesempatan pertemuan dengan sejumlah investor dalam negeri dan asing menyatakan, akan meningkatkan kapasitas produksi batu bara dengan membangun jalan khusus KA dua jalur dari mulut tambang hingga ke pelabuhan laut Tanjung Api-Api.

"Jadi angkutan batu bara dari Tanjung Enim, selain diangkut ke pelabuhan Tarahan dan Kertapati, juga ada yang dibawa ke pelabuhan Tanjung Api-Api untuk diekspor," katanya.

Dengan demikian, kata dia, potensi batu bara yang ada di perut bumi Sumatera Selatan yang mencapai 22,24 miliar ton itu dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk membangun daerah dan kemakmuran rakyat.

Menurut Jaka Jarkasih, PT KAI Divre III sangat mendukung program Gubernur Sumsel itu, di samping membantu kelangsungan pembangunan di Sumsel juga dapat menambah pendapatan bagi perusahaan.

PT KAI juga akan lebih fokus pada pengembangan angkutan barang dengan perkiraan volume yang diangkut menggunakan jasa kereta api tahun 2012-2016 rata-rata 36 persen per tahun.

Menurut Jaka, potensi angkutan barang di Sumsel sangat tinggi misalnya pengembangan angkutan batu bara melalui sejumlah perusahaan swasta.

Angkutan batu bara PTBA sekarang ini untuk relasi Tanjung Enim Baru-Tarahan rata-rata 31 ribu ton per hari, dan angkutan dari Tanjung Enim- Kertapati rata-rata 60 ribu ton per hari dengan total pendapatan Rp2 triliun pada 2012, atau meningkat 15 persen dibanding 2011.

Melihat dari peningkatan jumlah pendapatan itu, pihak perusahaan menargetkan pendapatan menjadi Rp2,9 triliun pada 2013, atau meningkat 42 persen dibanding 2012.

Dari total jumlah pendapatan selama 2012 itu, kontribusi melalui angkutan barang 95 persen yang meliputi batu bara dan bahan bakar minyak (BBM).

Selebihnya yang lima persen diperoleh melalui angkutan penumpang menggunakan jasa kereta api (KA) Limek Sriwijaya, Ekspres Rajabasa, Sindang Marga dan KA Serelo dari Stasiun Besar Kertapati (Palembang) tujuan Tanjung Karang (Lampung) dan ke Lubuk Linggau (Sumsel), serta termasuk optimalisasi asset perusahaan.

Ia mengemukakan, faktor pendukung pendapatan perusahaan tahun 2012 antara lain adanya investasi sarana dan prasarana yang telah diprogramkan oleh Direksi PT KAI, seperti penambahan sarana lokomotif dan gerbong KKBS berkapasitas 50 ton batu bara.

Dengan demikian, pada 2013 sarana pendukung angkutan batu bara Sumsel untuk gerbong KKBS kapasitas 50 ton sebanyak 2.243 unit, lokomotif CC 202, CC 204, CC 205 dan CC 206 toal 127 unit, katanya. (ANT-M033)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026