
Antisipasi penyebaran flu burung

...Jika ada penjualan itik dari luar daerah, terutama dari Jawa, untuk sementara dan dalam batas waktu tertentu mohon dibantu dilaporkan guna menghindari hal tidak diinginkan...
Waykanan, Lampung (ANTARA Sumsel) - Pejabat Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Waykanan meminta masyarakat berpartisipasi menginformasikan lalu lintas ternak bebek dari luar daerah guna mengantisipasi terjadinya penyebaran flu burung di daerah itu.
"Jika ada penjualan itik dari luar daerah, terutama dari Jawa, untuk sementara dan dalam batas waktu tertentu mohon dibantu dilaporkan guna menghindari hal tidak diinginkan," kata Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Waykanan Kardi Wasito di Blambangan Umpu, Kamis.
Pemerintah Provinsi Lampung, ujar dia, telah menetapkan kebijakan termasuk bagi kabupaten/kota untuk tidak menerima pasokan itik dari Jawa untuk sementara waktu seiring adanya sejumlah kasus flu burung yang menyerang ternak tersebut.
Sejak terjadinya kasus flu burung di Jawa, ujar dia pula, untuk Waykanan belum ada laporan mengenai penyakit yang menyerang ternak itu, namun tetap meminta setiap Unit Pelaksan Teknis (UPT) di sejumlah kecamatan untuk memantau dan memberi informasi lalu lintas itik berikut jika ada kabar mengenai flu burung.
Ia lalu menambahkan jika itik betina produktif di daerah itu per September 2012 tercatat sebanyak 5.254 ekor dari 17.512 ekor bebek betina yang ada.
"Jumlah tersebut tercatat meningkat dari tahun lalu. Di tahun 2011 ada 5.104 ekor betina produktif dari 17.014 ekor itik betina," ujar dia lagi.
Himpunan informasi dari sejumlah peternak setempat, harga itik betina produktif Rp35.000/ekor adapun harga telur bebek oleh peternak dijual Rp45.000/karpet.
Sejumlah warga setempat juga masih mengkonsumsi telur bebek sehubungan tidak menjadi soal ketika direbus sesuai ketentuan dan saran medis, yakni tetap direbus sekitar 10 menit lebih setelah air mendidih untuk terhindar dari flu burung. (ANT/KR-GTA)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
