Logo Header Antaranews Sumsel

Relawan Tagana Sumsel siap siaga

Kamis, 27 Desember 2012 23:56 WIB
Image Print
Ilustras - Anggota Tagana sedang latihan (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Relawan Taruna Siaga Bencana binaan Dinas Sosial Sumatera Selatan meningkatkan kesiagaan menghadapi semakin tingginya curah hujan pada penghujung tahun 2012 ini.

Sekitar 800 relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sekarang ini diinstruksikan meningkatkan kesiagaan sehingga sewaktu-waktu siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, kata Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sumsel MS Sumarwan di Palembang, Kamis.

Menurut dia, keberadaan relawan Tagana tersebut sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama di beberapa daerah yang telah mulai mengalami bencana banjir dan tanah longsor.

"Beberapa waktu lalu relawan Tagana telah membantu masyarakat yang mengalami bencana banjir dan tanah longsor seperti di Palembang, Pagaralam, Kabupaten Ogan Ilir, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dan Empat Lawang," ujar dia.

Daerah rawan banjir dan tanah longsor tersebut akan terus menjadi perhatian utama relawan Tagana, sehingga diharapkan jika terjadi musibah bencana alam bisa ditanggulangi dengan cepat dan tidak menimbulkan masalah sosial berkepanjangan.

Dengan kesiagaan yang tinggi para relawan Tagana yang berada di daerah yang tergolong aman bencana alam, bisa diperbantukan ke daerah yang mengalami bencana, kata Sumarwan.

Dia menjelaskan, secara umum bencana alam yang terjadi di wialyah Sumsel pada musim hujan dua bulan terakhir masih dalam kategori ringan karena bisa ditangani dengan cepat, belum menimbulkan kerugian harta benda dan korban jiwa dalam jumkah yang besar.

Meskipun demikian pihaknya berupaya menyiapkan bantuan secara maskimal bersama Dinas Sosial di tingkat kabupaten/kota mendukung kegiatan Tagana agar jika terjadi bencana alam di suatu daerah bisa ditanggulangi dengan cepat dan tidak berpotensi menimbulkan masalah sosial seperti rawan pangan, kata Sumarwan.

Sementara Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama mengatakan, curah hujan di provinsi setempat pada Desember 2012 ini cukup tinggi berkisar 301 hingga 400 milimeter.

Melihat tingginya curah hujan tersebut diimbau seluruh masyarakat daerah ini agar meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan tanah longsor sehingga diharapkan dampak negatif dari musim hujan dapat dihindari atau paling tidak bisa diminimalisir, kata pejabat BMKG itu menambahkan. (ANT-Y009)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026