
BLH Sumsel teliti sungai rawan pencemaran

Palembang (ANTARA Sumatera Selatan) - Badan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan rutin memantau dan penelitian sejumlah sungai di daerah itu yang diperkirakan rawan pencemaran.
Ada 72 titik dari 28 daerah aliran Sungai Musi yang diteliti untuk mengetahui tingkat pencemaran, kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumsel Bachnir Rasyid kepada wartawan di Palembang, Selasa.
Penelitian itu dilakukan karena sekarang banyak berdiri pabrik sehingga dikhawatirkan sungai yang sudah menjadi sumber kehidupan masyarakat menjadi tercemar, ujar dia.
Selain itu sekarang limbah lokal sering dibuang masyarakat ke sungai, sehingga perlu diteliti tingkat pencemaran air tersebut.
Sehubungan itu pihaknya melakukan penelitian melalui pengambilan contoh air di titik-titik rawan pencemaran, kata dia.
Namun, kata dia, untuk sekarang air Sungai Musi masih dalam kategori normal dan layak untuk bahan baku air minum. Dalam menjaga tingkat pencemaran air pihaknya telah menyampaikan surat edaran kepada pengelola pabrik yang ada di bantaran Sugai Musi.
Sementara mengenai bau pabrik yang sering terjadi sekarang, terjadi tidak secara rutin tetapi pada jam-jam tertentu saja, namun masih dalam batas wajar, katanya. (ANT-U005)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
