Logo Header Antaranews Sumsel

Masyarakat Sumsel miliki rumah singgah di Mesir

Kamis, 6 Desember 2012 21:21 WIB
Image Print
H Alex Noerdin (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
....Nantinya mahasiswa yang tinggal di asrama itu, akan mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari dan beasiswa pendidikan....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Masyarakat Sumatera Selatan kini telah memiliki rumah singgah di Mesir setelah pemakaiannya diresmikan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin beberapa waktu lalu.

"Rumah singgah tersebut dibangun Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menampung mahasiswa dan mahasiswi asal Sumsel yang sedang menutut ilmu di Mesir," kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Palembang, Kamis.

Ia menjelaskan, gedung empat lantai dengan kapasitas 320 kamar itu diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa Sumsel yang berkuliah di Universitas Al Azhar.

Nantinya mahasiswa yang tinggal di asrama itu, akan mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari dan beasiswa pendidikan.

Selain itu pihak Universitas Al Azhar juga, sudah komitmen akan menanggung biaya perbaikan, listrik dan lainnya, katanya.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Sumsel juga membuka kesempatan kepada lulusan pondok pesantren di Sumsel dan pelajar lainnya, untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Nantinya, ujar dia, setiap mahasiswa yang dikirim ke Kairo akan dibantu transpor dan biaya kuliah di universitas tersebut diberikan secara gratis.

Menurut dia, selain itu pihaknya dalam waktu dekat ini akan bentuk tim seleksi, untuk mengirim pelajar-pelajar di Sumsel melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam ternama tersebut.

Kunjungan gubernur ke negeri yang terkenal dengan perguruan tinggi tertua di dunia itu, juga memberikan banyak hasil untuk Sumsel.

Dalam kunjungan tersebut gubernur juga membantu uang saku untuk semua mahasiswa asal Sumsel yang sedang berkuliah di luar negeri sebesar Rp500 ribu perbulan.

Bantuan tersebut diberikan karena banyak mahasiswa yang menuntut ilmu kesulitan keuangan, padahal mereka adalah generasi muda akan membangun Sumsel kedepannya, kata dia.

Gubernur tidak hanya membantu uang saku tetapi juga, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama KBRI Mesir, menyepakati pembangunan satu tower asrama mahasiswa ditengah kampus Universitas Al Azhar senilai Rp10 miliar.

Dalam kunjungan tersebut gubernur juga memberikan banyak hasil untuk Sumsel karena Universitas Al Azhar, sepakat bekerja sama dengan IAIN Raden Fatah Palembang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia pengajar serta pengembangan program studi.

Dalam waktu dekat Rektor Universitas Al Azhar, ujar dia, akan datang ke Palembang untuk menandatangani memorendum of understanding (MoU) dengan IAIN Raden Fatah.

Sumsel juga mendapatkan bantuan dari Islamic Devloment Bank (IDB) untuk pembangunan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, senilai 35 juta dolar. Pemerintah pusat juga akan mengucurkan bantuan 6 juta dolar, ujarnya.

Kampus UIN Raden Fatah itu, akan dibangun di lahan seluas 15 hektar dan segera ditambah 20 hektar, di kawasan Jakabaring Palembang, tambah gubernur. (ANT-U005)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026