
Asita protes keras kebijakan Garuda

....Kami minta agar maskapai penerbangan tersebut kembali memberlakukan insentif atau uang jasa penjualan tiket tanpa target....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita memprotes keras kebijakan maskapai penerbangan Garuda Cabang Palembang, karena menghilangkan insentif bagi agen perjalanan di daerah.
"Kami minta agar maskapai penerbangan tersebut kembali memberlakukan insentif atau uang jasa penjualan tiket tanpa target," kata Ketua DPD Asita Sumsel Anton Wahyudi di dampingi Sekretaris Asita Febby, di Palembang, Selasa.
Menurut dia, sejak Juni lalu agen tidak lagi mendapat insentif dan maskapai tersebut menerapkan sistem target.
Padahal sebelumnya agen bahkan sub agen mendapat insentif dari hasil penjualan tiket yang mereka lakukan.
Ia mengatakan, penerapan diskon untuk pengguna kartu kredit sampai 15 persen dari tarif juga memberatkan Asita.
Karena diskon hanya berlaku kepada konsumen yang membeli tiket di kantor pemasaran maskapai tersebut, sedangkan agen membeli tiket dengan harga normal.
Dia menjelaskan, akibatnya kini penjualan tiket di agen berkurang sampai 10 persen sejak diberlakukannya diskon pembelian langsung di maskapai itu.
Asita secara organisasi meminta agar Garuda Palembang menentukan kebijakan dengan melibatkan organisasi mereka.
Anton menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat protes ke Garuda Palembang dan menunggu jawaban dari maskapai tersebut, Kamis (6/12).
Mudah-mudahan maskapai tersebut menanggapi protes Asita dengan mengajak duduk bersama dalam menentukan kebijakan, terkait dengan agen tiket.
Ia menegaskan, kalau sampai batas waktu yang mereka tentukan belum ada respon baik dari Garuda, maka Asita Sumsel akan menghentikan penjualan tiket garuda.
Sebanyak 70 agen perjalan di daerah itu sepakat akan menyetop penjualan tiket garuda sampai kebijakan insentif diberlakukan dan diskon juga untuk biro perjalanan. (Nila)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
