
Harga ayam potong di Palembang turun

Palembang (ANTARA Sumsel) - Permintaan daging ayam potong pada sejumlah pasar tradisional di Palembang, Sabtu mengalami peningkatan dibandingkan beberapa hari sebelumnya, karena harga jual turun.
Menurut Ardhi, pedagang di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu bahwa meningkatnya permintaan konsumen karena harga jual turun dari Rp25 ribu menjadi hanya Rp20 ribu per kilogram.
Di samping itu, harga ikan air tawar naik disertai pasokan berkurang, sehingga warga banyak beralih membeli daging ayam potong, katanya.
Menurut dia, hari ini stok daging ayam 80 kg belum tengah hari sudah habis terjual, sehingga cepat menambah stok dari rumah.
"Saya cepat pulang ke rumah memotong ayam kembali, karena masyarakat masih banyak membutuhkan, sementara pedagang lain rata-rata sudah habis terjual," katanya.
Ia mengatakan, biasanya memotong ayam setiap hari sesuai kebutuhan, tetapi di rumah ada stok jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan permintaan seperti hari ini bisa segera mengambil persediaan yang ada.
Pantauan Antara, di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu ada belasan pedagang daging ayam potong, namun semuanya rata-rata sudah kehabisan stok sebelum tengah hari, karena permintaan konsumen yang meningkat.
Sementara mengenai perkembangan harga daging ayam potong, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat nilai inflasi Kota Palembang bulan Oktober sebesar 0,41 persen, dimana andil paling besar adalah kenaikan harga daging ayam ras 6,37 persen atau menyumbang inflasi 0,09 persen.
Berdasarkan data tersebut, pada Oktober lalu harga daging ayam potong tergolong tinggi kisaran Rp26 ribu hingga Rp28 ribu per kg, sehingga mempengaruhi nilai inflasi Kota Palembang.
Kenaikan harga kebutuhan lainnya yang juga mempengaruhi nilai inflasi Kota Palembang pada periode Oktober 2012 adalah harga beras 1,08 persen memberikan andil 0,06 persen. (ANT-M033)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
