
Warga cemas tumpahan minyak mentah terbakar

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sejumlah warga Palembang, Sumatera Selatan, yang dilalui aliran tumpahan minyak mentah hasil eksploitasi PT Elnusa yang keluar dari pipa bocor di Sukabangun, Senin, mencemasi benda cair tersebut terbakar.
Warga yang cemas bukan hanya yang tinggal di Sukabangun dekat lokasi pipa bocor melainkan juga penghuni sepanjang aliran tumpahan minyak Jalan Perikanan, Jalan Sosial Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami dan sejumlah kawasan permukiman penduduk Palembang lainnya.
Salah seorang warga, Juriah yang rumahnya persis berada di pinggir drainase Kelurahan Sukajaya RT14/RW 02 mengatakan, saluran air pembuangan di samping rumahnya itu sampai Seni sore masih dipenuhi tumpahan minyak mentah.
Tumpahan minyak mentah berwarna hitam pekat tampak masih sangat tebal tergenang di saluran air pembuangan tersebut.
"Kami mengharapkan kepada pihak PT Pertamina dan Elnusa segera membersihkan tumpahan minyak mentah di sekitar rumah, karena sangat rentan terbakar," ujar dia.
Tumpahan minyak mentah perlu segera ditanggulangi dengan baik sebelum malam tiba, jangan sampai kebakaran yang terjadi di saluran air yang tergenang minyak mentah pada Senin (19/11) pagi terulang lagi akibat ulang orang iseng yang berniat memperkeruh suasana, ujar warga.
Ribuan ton minyak mentah milik PT Elnusa keluar dari pipa distribusi yang bocor di Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin pagi mencemari permukiman penduduk di kawasan itu dan sekitarnya.
Minyak mentah yang keluar dari pipa bocor mengalir dan mencemari berbagai kawasan permukiman penduduk melalui drainase dan saluran air pembuangan bahkan sempat terbakar.
Untuk menghentikan tumpahan minyak, tampak petugas PT Pertamina dan Elnusa berusaha mengatasi pipa bocor yang diduga sengaja dijebol oleh sindikat pencurian minyak mentah (ilegal tapping) sedangkan untuk mencegah terjadi kembali kebakaran, petugas menyemprotkan busa racun api di atas permukaan saluran air yang dipenuhi genangan minyak mentah berwarna hitam itu.
Petugas itu juga tampak memasang garis pembatas di sepanjang drainase dan saluran air pembuangan yang tercemar minyak mentah di sekitar permukiman warga, sementara petugas keamanan dari Polres dan Kodim Palembang disiagakan di kawasan permukiman penduduk yang dicemari tumpahan minyak mentah.
Begitu juga petugas Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran Palembang berupaya mengimbau warga sekitar agar tidak menyalakan api atau merokok di sekitar aliran air yang tercemar minyak mentah serta menyiagakan beberapa unit mobil pemadam kebakaran . (ANT-Y009)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
