
Penjualan kendaraan roda dua turun

....Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, tapi dealer kendaraan roda dua itu di wilayah Sumsel dipastikan tidak terlalu melenceng dari target 2012 yakni 117.000 unit....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Omzet penjualan kendaraan roda dua di Sumatera Selatan diperkirakan mengalami penurunan sekitar 15 persen, sebagai dampak anjloknya harga komoditas karet dan sawit sejak awal tahun 2012.
"Harga karet dan sawit mengalami penurunan pada tahun ini sementara mata pencarian utama masyarakat Sumsel dari sektor perkebunan, sehingga secara langsung akan berpengaruh dengan penjualan kendaraan bermotor," kata Manager Technical Service Department Astra Honda Motor Sales Operation Sumatera Selatan M Yusuf di Palembang, Senin.
Ia menuturkan, perusahaannya sempat mencetak angka penjualan tertinggi pada Agustus 2011 dengan 17.000 unit atau saat komoditas ekspor itu menjadi primadona.
Namun, seiring dengan penurunan harga karet dan sawit pada 2012, perusahaan yang memiliki pangsa pasar secara nasional mencapai 60 persen ini, hanya mencetak angka rata-rata penjualan bulanan sebanyak 9.500 hingga 10.000 unit.
Menurutnya, kondisi khusus ini hanya terjadi di Sumsel, mengingat kota-kota lain yang tidak tergantung dengan harga komoditas justru relatif stabil, seperti di Bali, Semarang, dan Yogyakarta.
"Pangsa pasar tertinggi penjualan motor merek salah satu merek terkenal itu masih didominasi Jawa dengan 60 persen, sementara Sumatera hanya 2,8 persen dan Sumsel sendiri kontribusinya hanya 12 persen," ujarnya.
Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, tapi dealer kendaraan roda dua itu di wilayah Sumsel dipastikan tidak terlalu melenceng dari target 2012 yakni 117.000 unit.
"Jika dibagi rata-rata perbulan seharusnya 9.780 unit, tapi capaian 9.500 unit sudah cukup baik, mengingat secara nasional saja memang terjadi penurunan 13,9 persen," katanya.
Sementara, Peneliti Muda Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah VII Gamal Muhammad mengatakan pertumbuhan ekonomi Sumsel mengalami penurunan sejak awal tahun, akibat gejolak harga komoditas karet dan sawit.
Pada triwulan I mencatat angka 6,9 persen, kemudian menurun menjadi 6,0 persen pada triwulan II, dan 5,8 persen pada triwulan III.
"Pertumbuhan ekonomi Sumsel demikian erat dengan harga komoditas, jika naik maka penyaluran kredit kendaraan bermotor juga meningkat dan kondisi serupa juga berlaku sebaliknya," katanya.(ANT-pso-039)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
