Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel tunggu hasil kasus diare

Rabu, 31 Oktober 2012 18:11 WIB
Image Print
Muyono, Kasi Penyakit Menular, Depkes Provinsi Sumsel (FOTO Antarasumsel.com/Feny Sely)
....Korban yang meninggal akibat menderita diare itu dikarenakan kekurangan cairan sebelum sempat diberikan perawatan. Sebagian besar meninggal di kediaman masing-masing dan di perjalanan....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemprov Sumatera Selatan menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab kasus diare pada ratusan warga desa di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir beberapa waktu lalu.

"Sampel air sudah dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan kemungkinan Sabtu (3/11) sudah diketahui penyebabnya," kata Kepala Seksi Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Muyono ketika ditanya perkembangan kasus diare di dua kabupaten itu, di Palembang, Rabu.

Ia mengungkapkan, untuk Kecamatan Rantau Bayur terdapat 3 orang meninggal dari 162 orang yang terkena diare, sementara di Ogan Ilir tercatat 5 orang meninggal dari 34 orang.

Kasus itu telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Pemerintah Provinsi Sumsel sejak 25 Oktober 2012.

Sementara, pemerintah daerah dan pemerintah pusat telah melakukan pemantauan dan membuat sebuah posko di desa yang terjangkit wabah itu.

Posko kesehatan itu terdiri atas enam tempat tidur, dua dokter dan 10 perawat kesehatan.

"Korban yang meninggal itu dikarenakan kekurangan cairan sebelum sempat diberikan perawatan. Sebagian besar meninggal di kediaman masing-masing dan di perjalanan," ujarnya.

Ia tidak membantah, dugaan yang berkembang sementara ini akibat konsumsi terhadap air sungai. Namun, dugaan itu harus dibuktikan dengan melihat hasil uji laboratorium.

"Ada dugaan karena air sungai dan air sumur tapi semuanya harus dibuktikan, mengingat satu hari sebelum kejadian ada hajatan di desa itu yang dihadiri 80 penduduk penderita diare. Sementara selagi menunggu hasil sampel air ini, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan terutama dalam mengkonsumsi air," katanya.

Ia menginformasikan, mendapatkan kabar terbaru dari Dinas Kesehatan setempat terdapat tambangan korban baru berjumlah 9 orang dari Desa Kandis dan Desa Miji, Ogan Ilir, namun belum mengecek kebenarannya.(Doly)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026