
Pemilik warnet diduga teroris ditangkap Densus 88

Bogor (ANTARA Sumsel) - Dua terduga teroris yang ditangkap oleh aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri di Kampung Neglasari, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Sabtu, diketahui sebagai pemilik dan pegawai warung internet di kampung tersebut.
Penggrebekan dan penangkapan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB, diawali di rumah terduga EBN (22) di Kampung Neglasari RT 1/RW 4, Desa Leuwimekar dan yang kedua Z kelahiran 18 Agustus 1989 warga Kampung Dahu Rt 4/RW 5, Desa Barengkok.
"Kedua terduga diketahui sebagai pemilik dan pegawai warung internet di Kampung Tersebut yang bernama Amdal Warnet. EBN diketahui sebagai pemilik dan Z adalah pegawai EBN," kata Kepala Polisi Sektor Leuwiliang, Kompol Djumangin.
Kompol Djumangin menyebutkan, EDN membuka warnet yang diberi nama Amdal di rumahnya. EBN tinggal bersama orang tuanya. Ia merupakan putra Bourdon yang diketahui warga sebagai anak seorang pesiunan tentara (TNI).
Amdal warnet memiliki enam CPU yang ramai dikunjungi. Warnet tersebut diketahui sudah lama beroperasi, yang dijaga oleh Z (23) rekan EBN.
Menurut Kompol Djumangin, EBN kuliah di Jakarta, ia mengelola warnet bersama rekannya Z di rumah orang tua EBN.
Sebelum dilakukan penggrebekan, anggota Densus 88 telah bersiaga di Polsek Leuwiliang sekitar pukul 06.30 WIB. Sekitar 20 orang anggota Densus 88 antiteror bergerak ke lokasi penggerebekan sekitar pukul 11.00 WIB, dibantu aparat Polsek Leuwiliang yang bertugas mengamankan lokasi.
Dalam penggrebekan di Kecamatan Leuwiliang, anggota Densus 88 antiteror Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti berupa sejumlah peluru kaliber 556 milimeter, dua unit CPU, hard disc, buku dokumen dan sejumlah barang mencurigakan lainnya.
Menurut Djumangin, sehari-hari terduga EBN diketahui kuliah di Jakarta, ia mengelola warnet dibantu rekannya Z. Kedua terduga teroris ini diduga merupakan kelompok baru jaringan Solo.
Selain di Bogor, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga melakukan penggeledahan dan penggrebekan di sejumlah kota lainnya seperti di Jakarta, Madiun, Solo dan Bogor.
Untuk di wilayah Bogor, penggeledahan dan penggerebakan dilakukan di dua lokasi yakni di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. (ANT/KR-LR)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
