Logo Header Antaranews Sumsel

Tidak terpantau lagi titik api di Sumsel

Sabtu, 20 Oktober 2012 10:16 WIB
Image Print
Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) (Antarasumsel.com)
...Berdasarkan pemantauan melalui satelit, sejak beberapa hari ini sudah tidak ada lagi titik api yang bisa menyebabkan kebakaran hutan dan menimbulkan kabut asap, seperti terjadi sebelumnya...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Selatan menyebutkan sejak tiga hari terakhir tidak terpantau lagi titik api di 15 kabupaten/kota di provinsi setempat.

"Berdasarkan pemantauan melalui satelit, sejak beberapa hari ini sudah tidak ada lagi titik api yang bisa menyebabkan kebakaran hutan dan menimbulkan kabut asap, seperti terjadi sebelumnya," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama, di Palembang, Sabtu.

Melihat kondisi cuaca di wilayah Sumsel yang mulai sering diguyur hujan dan cukup merata, kata dia diprakirakan titik api tidak akan muncul kembali, dan diharapkan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau lalu, benar-benar tidak mengganggu lagi berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan melalui satelit jumlah titik api di daerah ini mengalami penurunan drastis mulai 12 Oktober lalu yakni hanya terdapat 5-7 titik, padahal sebelumnya masih terdeteksi 35 titik api.

Penurunan jumlah titik api secara drastis pada pertengahan Oktober ini dan hingga sekarang sudah bersih atau tidak terdeteksi lagi satupun titik api karena mulai seringnya turun hujan yang cukup lebat di provinsi berpenduduk sekitar tujuh juta jiwa ini, kata Indra.

Menurut dia, sekarang intensitas curah hujan di Kota Palembang dan sebagian besar wilayah Sumsel lainnya diprakirakan cukup tinggi yakni mencapai 151-200 mm.

Melihat tingginya intensitas curah hujan tersebut, masa pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim hujan sudah berakhir dan Sumsel sekarang ini diprakirakan mulai memasuki musim hujan.

Menghadapi musim hujan, kata dia, masyarakat diimbau agar mewaspadai berbagai masalah yang mungkin bisa terjadi seperti ancaman bencana tanah longsor dan banjir sehingga bisa dihindari kerugian harta benda dan jatuhnya korban jiwa. (ANT-Y009)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026