Logo Header Antaranews Sumsel

BMKG sebut kualitas udara di Palembang dilevel tidak sehat

Senin, 24 Agustus 2026 12:24 WIB
Image Print
Warga Palembang berkendara sepeda motor menggunakan masker mencegah dampak kabut asap, pada Senin (24/8/2026). ANTARA/Edo Purmana

Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan berada di level tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Sumsel.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis di Palembang, Senin menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara pada Minggu (23/8) hingga pagi hari ini masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap.

Dia menjelaskan, Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 69,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Sumsel yang terbawa masuk ke Kota Palembang.

Terkait hal tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk membatasi ke luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan.

"Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026