Logo Header Antaranews Sumsel

Lahat giatkan budidaya kolam air deras

Jumat, 12 Oktober 2012 09:32 WIB
Image Print
Kolam ikan air deras (FOTO ANTARA)
....Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mulai menggiatkan pengembangan budidaya kolam air deras untuk mendorong peningkatan produksi ikan bagi kelompok tani setempat....

Lahat (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mulai menggiatkan pengembangan budidaya kolam air deras untuk mendorong peningkatan produksi ikan bagi kelompok tani setempat.

Koresponden antarasumsel.com melaporkan dari lokasi pengembangan kolam air deras di Wilayah Kabupaten Lahat, Jumat, sudah ada kolam air deras permanen dengan fasilitas pendukung cukup lengkap seperti kolam pembibitan, pembesaran, termasuk kolam induk, perumahan serta pengaman lahan dengan pagar keliling.

"Budidaya kolam air deras di Desa Tanjungsirih, Kecamatan Pulau Pinang di atas lahan seluas seperempat hektare baru tahap uji coba dengan menebar puluhan ribu bibit ikan jenis patin, mujahir dan emas kemudian akan menyusul semah atau cengkak (bahasa daerah)," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan setempat drh Syukri, di Lahat, Jumat.

Lokasi Desa Tajungsiring, kata dia, bukan hanya cocok pengembangan kolam air deras, bahkan termasuk untuk kegiatan pariwisata karena didukung dengan pemandangan perbukitan serta hawa sejuk pegunungan.

"Kita pernah melakukan uji coba penen ikan patin dan nila dengan delapan kolam pembesaran mampu menghasilkan 2 hingga 3 ton dengan waktu panen sekitar empat bulan," kata dia.

Namun belum lagi, kata Syukri, jika pengelolaannya dilakukan secara lebih optimal bisa mencapai di atas 5 ton, sehingga akan mampu memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Lahat.

"Kalau saat ini baru sekitar delapan kolam yang sudah ditebar beberapa jenis bibit ikan, yaitu patin, bawal dan termasuk emas," ujarnya.

Syukri mengatakan, dalam uji coba ini akan dilakukan penen raya oleh Bupati Lahat, Saifudin Aswari Rivai pada 16 Oktober 2012.

"Program ini merupakan salah satu upaya meningkatkan produksi ikan air tawar termasuk salah satu jenis ikan langka seperti semah," kata dia.

Dia mengatakan, budidaya ikan kolam air deras cukup menjanjikan, selain dapat meningkatkan produksi ikan air tawar dan juga menjadi lahan baru bagi usaha masyarakat dalam bidang perikanan.

Ia mengatakan, untuk saat ini ada 12 kolam ikan yang sudah mulai panen dilakukan secara bergilir dan berkesinambungan tempat budidaya jenis ikan menjadi konsumsi utama masyarakat Lahat termasuk jenis ikan langka.

Sementara, kalau keseluruhan jumlah kolam dapat menghasilkan sekitar 4-5 ton dalam waktu tiga hingga empat bulan, katanya.

Menurut dia, selain persedian air berlimpah meskipun daerah lain sedang mengalami kekeringan, suplai tetap stabil tidak tercemar dan jernih.

"Kondisi ini tentunya akan mampu menghasilkan ikan yang berkualitas dan dijamin kesehatannya," kata dia.

Salah seorang peternak ikan Dedek mengatakan, jenis ikan patin, emas, dan mujair termasuk bernilai ekonomis yang menjadi alternatif menambah penghasilan keluarga, apalagi ikan semah.

"Satu ekor ikan semah ukuran 1 kilogram bisa mencapai Rp100 ribu dan untuk ukuran 5-10 kg dihargai Rp600 ribu hingga Rp1 juta, sedangkan ikan emas Rp30.000 hingga Rp35.000 per Kg, dan ikan patin Rp20.000 per Kg," kata dia.

Ia mengatakan, memang budidaya ikan jenis ini cukup sulit dan harus lebih telaten terutama kondisi alamnya harus memiliki ketersedian air cukup.

Dia menabahkan, untuk masalah bibit dan pemasaran petambak tidak mengalami kesulitan dan sampai saat ini masih lancar, namun yang menjadi kendala hanya permodalan.

Karena saat ini harga pakan mahal, sedangkan harga ikan hampir tidak ada peningkatan, namun pemerintah perlu upayakan memberikan bantuan, ungkapnya.(Asnadi)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026