Logo Header Antaranews Sumsel

Undip kerja sama dengan 10 universitas Prancis

Selasa, 9 Oktober 2012 12:43 WIB
Image Print
...Kerja sama itu merupakan lanjutan pengembangan kerja sama yang telah dirintis sebelumnya. Undip selama ini telah menjalin kerja sama "double degree" Magister Perencanaan Wilayah dan Kota...

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, akan menjalin kerja sama dengan sepuluh universitas di Prancis untuk program "double degree" yang penjajakannya dilakukan dalam forum Joint Working Group Indonesia-France di Toulouse, Prancis.

Menurut siaran pers dari Undip yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, Undip bersama ITS, ITB, UGM, Unhas, UI, UNM, USU dan Unpad akan hadir dalam Joint Working Group Indonesia-France pada 10-12 Oktober 2012, di mana Undip akan menjadi ketua Bidang Lingkungan.

Rektor Undip Prof Sudharto P. Hadi mengatakan forum itu akan membahas penjajakan kerja sama di bidang pendidikan tinggi antarkedua negara serta merancang program strategis dan kemitraan untuk beberapa tahun mendatang.

Kerja sama itu merupakan lanjutan pengembangan kerja sama yang telah dirintis sebelumnya. Undip selama ini telah menjalin kerja sama "double degree" Magister Perencanaan Wilayah dan Kota dengan sepuluh perguruan tinggi di Prancis.

Sepuluh perguruan tinggi itu diantaranya La Rochele University, Lyon University, Paris 1 - 10 University, Toulouse University, Poiters University, Brest University dan Sorbone University.

Selain Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, program serupa juga telah dilaksanakan pada Program Magister Kelautan sejak tahun 1998 dengan lima perguruan tinggi di Perancis. Dalam waktu dekat akan dirintis "double degree" untuk ilmu lingkungan dan kedokteran.

Menurut Sudharto, program "double degree" akan dilakukan dengan format satu tahun kuliah di Undip, satu tahun kuliah di Perancis dan mendapatkan tambahan kursus Bahasa Perancis selama enam bulan. Mahasiswa yang mengikuti program itu akan mendapatkan dua ijasah dari dua universitas.

Biaya untuk program itu diperoleh melalui Beasiswa Unggulan, Bappenas dan BPPS, sedangkan Pemerintah Prancis membiayai selama mahasiswa studi di negara tersebut.

Sudharto mengatakan kerja sama menunjukkan bahwa program studi di Undip sudah diakui oleh dunia internasional. (ANT/Z.D018)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026